Sumatera Barat,Portalpcvnews – Jumlah korban meninggal akibat rangkaian bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat terus meningkat. Hingga Minggu (7/12/2025) pukul 08.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar mencatat sedikitnya 231 korban jiwa, sementara 213 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Dalam laporan resmi yang diterima Katasumbar, Kasubiddokpol Biddokkes Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari, menyampaikan bahwa proses identifikasi korban masih berlangsung intensif di seluruh posko DVI yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.
> “Dari total 231 korban meninggal, sebanyak 201 telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 101 laki-laki dan 100 perempuan,” ujar dr. Eka. “Masih ada 30 korban yang belum teridentifikasi, termasuk beberapa potongan tubuh yang harus melalui proses forensik lanjutan.”
—
Rincian Identifikasi Per Posko DVI
1. Posko DVI Padang (Polresta Padang + RSUD Rasidin)
Korban meninggal: 5 orang
Teridentifikasi: 5 orang (3 laki-laki, 2 perempuan)
Belum teridentifikasi: –
2. RS Bhayangkara TK. III Padang
Korban meninggal: 62 orang
Teridentifikasi: 37 orang (25 laki-laki, 12 perempuan)
Belum teridentifikasi: 25 orang (13 laki-laki, 8 perempuan)
Potongan tubuh dalam proses identifikasi: 1 paha, 1 tungkai bawah, 2 kaki kanan
3. Posko DVI Agam
Korban meninggal: 130 orang
Teridentifikasi: 125 orang (54 laki-laki, 71 perempuan)
Belum teridentifikasi: 5 orang (2 laki-laki, 3 perempuan)
4. Posko DVI Pasaman Barat
Korban meninggal: 4 orang
Teridentifikasi seluruhnya (3 laki-laki, 1 perempuan)
5. Posko DVI Bukittinggi
Korban meninggal: 14 orang
Seluruhnya teridentifikasi (7 laki-laki, 7 perempuan)
6. Posko DVI Padang Panjang
Korban meninggal: 16 orang
Seluruhnya teridentifikasi (9 laki-laki, 7 perempuan)
7. Posko DVI Solok Kota
Tidak ada korban dilaporkan
—
213 Orang Masih Dilaporkan Hilang
Tim gabungan Basarnas, TNI–Polri, dan relawan masih melakukan pencarian intensif di berbagai titik rawan. Hingga laporan terakhir, 213 warga belum ditemukan, terdiri dari:
97 laki-laki
116 perempuan
Petugas menyebut medan yang berat dan cuaca yang fluktuatif menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
—
Korban Luka Masih Dirawat di Rumah Sakit
RSUD Agam
17 orang (6 laki-laki, 11 perempuan)
RSUD Padang Panjang
1 laki-laki
RSUD Rasidin Padang
2 orang (1 laki-laki, 1 perempuan)
RSUD Kota Solok
Tidak ada pasien terkait bencana
—
Proses Identifikasi Masih Berjalan
DVI Polda Sumbar menegaskan bahwa identifikasi dilakukan 24 jam dalam beberapa shift, mengingat banyaknya korban dan kebutuhan keluarga untuk mendapatkan kepastian.
> “Kami mengedepankan prosedur ilmiah seperti pemeriksaan DNA, odontologi forensik, dan sidik jari, sambil terus berkoordinasi dengan keluarga korban,” kata dr. Eka.
—
Bencana Terparah Dalam Satu Dekade Terakhir
Sejumlah wilayah di Sumbar dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat kombinasi banjir bandang, galodo, dan longsor. Pemerintah pusat dan daerah telah mengumumkan status tanggap darurat dan mengerahkan bantuan logistik, medis, hingga dukungan psikososial bagi para penyintas.(Paul)


