Payakumbuh | Portalpcvnews.net — Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh, Yarisman (Ucok), menyurati Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Barat terkait belum rampungnya pekerjaan renovasi di lingkungan sekolah menjelang Provisional Hand Over (PHO) proyek.Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh, Yarisman (Ucok), menyurati Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Barat terkait belum rampungnya pekerjaan renovasi di lingkungan sekolah menjelang Provisional Hand Over (PHO) proyek.
Dalam surat tersebut, pihak sekolah meminta agar proses PHO dilakukan setelah seluruh pekerjaan benar-benar selesai, mengingat masih terdapat sejumlah fasilitas utama yang belum dapat digunakan secara optimal.
Renovasi yang dikerjakan meliputi rehabilitasi berat ruang kelas, toilet (WC), mushola, serta lapangan basket.
Yarisman menyebutkan, keterlambatan penyelesaian proyek berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar.
Saat ini, MTsN 2 Payakumbuh menampung 985 siswa, sehingga ketersediaan sarana pendidikan yang layak menjadi kebutuhan mendesak.
“Pihak sekolah saat ini masih menunggu balasan resmi dari Dinas PU Provinsi atas surat yang telah kami sampaikan. Kami berharap ada kejelasan agar proses pembelajaran tidak terganggu,” ujar Yarisman.
Ia menambahkan, apabila pekerjaan renovasi belum juga dapat diselesaikan sebelum PHO, pihak sekolah mempertimbangkan pemberlakuan pembelajaran daring sebagai langkah terakhir untuk menjaga keberlangsungan pendidikan para siswa.
Soroti Komunikasi dengan Rekanan
Selain keterlambatan pekerjaan, pihak sekolah juga menyoroti minimnya komunikasi dengan pihak rekanan proyek, khususnya pemborong di lapangan.
Menurut pihak sekolah, ketika menanyakan progres pekerjaan, informasi yang dibutuhkan tidak selalu diperoleh secara jelas.
Proyek renovasi MTsN 2 Payakumbuh merupakan bagian dari paket pekerjaan renovasi delapan MTsN di Sumatera Barat, dengan nilai kontrak sebesar Rp20.256.082.000, yang dikerjakan oleh PT Andica Parsaktian Abadi.
Klarifikasi Pelaksana Proyek
Menanggapi hal tersebut, Keren, selaku pelaksana lapangan dari PT Andica Parsaktian Abadi, memberikan klarifikasi saat ditemui pada Kamis, 29 Januari 2026, di salah satu lokasi pekerjaan proyek di MAN 3 Negeri Kota Payakumbuh.

Ia menegaskan bahwa pihak pelaksana lapangan telah berupaya bersikap terbuka sesuai kewenangan yang dimiliki,”Dan kami pun telah melakukan Berbagai upaya percepatan,agar bisa serah terimakan dalam waktu yang Cepat”.
“Kalau dari saya selaku pelaksana lapangan, saya sudah mengarahkan
sekolah untuk menanyakan langsung kepada pihak yang berwenang, apabila pertanyaannya memang bukan ranah kami untuk menjawab,” ujar Keren.
Menurutnya, untuk informasi yang berada dalam lingkup pengetahuan pelaksana lapangan, pihaknya tidak menutup-nutupi.
“Kalau pihak sekolah menanyakan informasi yang saya ketahui, pasti saya sampaikan. Asal informasinya saya tahu, itu pasti saya berikan,” tambahnya.
Menanti Kepastian
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menunggu respons resmi dari Dinas PU Provinsi Sumatera Barat terkait permohonan penundaan PHO serta kepastian penyelesaian pekerjaan renovasi.
Pihak sekolah berharap seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan koordinasi dan komunikasi, sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai ketentuan dan tidak berdampak pada hak siswa untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak.(P)


