Pernah Mengabdi 32 Tahun untuk Daerah, Kini Aswirman Berharap Pemkab Limapuluh Kota Tak Tutup Mata

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

LIMAPULUH KOTA |Portalpcvnews.net — Duka mendalam menyelimuti Aswirman, mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang pernah mengabdikan dirinya selama 32 tahun untuk daerah. Rumah yang menjadi tempat berteduhnya di Pakan Salasa, Air Tabik, dilaporkan terbakar pada 20 Oktober 2026 lalu.

Musibah tersebut kini menyisakan keprihatinan, terlebih karena Aswirman disebut belum menerima santunan atau bantuan dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang saat ini menjabat.

Di balik musibah yang menimpanya, tersimpan perjalanan panjang pengabdian seorang aparatur yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota. Jabatan terakhir yang diembannya sebelum pensiun pada 2007 adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan dikenal sebagai salah seorang camat dengan masa jabatan terlama di kabupaten tersebut.

Namun, setelah puluhan tahun mengabdikan tenaga dan pikirannya untuk pemerintahan serta masyarakat, kini Aswirman justru menghadapi ujian berat ketika tempat tinggalnya dilanda kebakaran.

Puluhan Tahun Mengabdi, Kini Menghadapi Musibah Sendiri

Kebakaran yang terjadi pada 20 Oktober 2026 itu menjadi pukulan berat bagi Aswirman. Rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat berlindung, menyimpan kenangan, dan menjalani hari-hari bersama keluarga.

Dalam situasi seperti ini, perhatian dan kepedulian dari berbagai pihak sangat berarti bagi korban. Bantuan tidak selalu harus bernilai besar, tetapi kehadiran, perhatian, dan uluran tangan dapat menjadi penguat bagi seseorang yang sedang menghadapi masa sulit.

Informasi yang disampaikan oleh beberapa warga setempat, menyebutkan bahwa sejumlah mantan bupati dan mantan sekretaris daerah telah datang menjenguk Aswirman. Kehadiran mereka menjadi bentuk perhatian personal di tengah musibah yang dialaminya.

Sementara itu, hingga informasi ini dihimpun, belum ada santunan atau bantuan dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang sedang menjabat sekarang. Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak pemerintah daerah.

Harapan kepada Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota

Musibah kebakaran yang dialami Aswirman menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai penting dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan.

Pengabdian selama 32 tahun memang tidak serta-merta menjadi ukuran atau dasar otomatis pemberian santunan. Namun, sebagai warga yang sedang tertimpa musibah dan pernah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk daerah, Aswirman patut mendapat perhatian kemanusiaan sebagaimana korban bencana lainnya.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota diharapkan dapat meninjau kondisi yang dialami Aswirman, melakukan pendataan terhadap dampak kebakaran, serta mempertimbangkan bantuan sesuai ketentuan dan program penanganan korban bencana yang berlaku.

Perhatian tersebut diharapkan dapat dikoordinasikan melalui perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Sosial dan instansi penanggulangan bencana, sesuai kewenangan masing-masing.

Jangan Biarkan Warga Menghadapi Musibah Sendirian

Kisah Aswirman bukan semata-mata tentang rumah yang terbakar. Ini juga tentang harapan agar kepedulian tetap hadir ketika seseorang sedang berada dalam keadaan sulit.

Setelah puluhan tahun mengabdi, ia kini membutuhkan dukungan untuk melewati masa-masa berat pascakebakaran.

Bantuan pemerintah, kepedulian masyarakat, serta solidaritas berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban yang sedang ditanggungnya.

Masyarakat pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dapat memberikan perhatian nyata terhadap musibah tersebut. Bukan karena jabatan yang pernah disandangnya, melainkan karena nilai kemanusiaan mengajarkan bahwa setiap warga yang tertimpa bencana layak mendapatkan perhatian dan pertolongan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Sebab, ketika musibah datang dan rumah kehilangan bentuknya, kepedulianlah yang dapat membantu menumbuhkan kembali harapan. Semoga Aswirman dan keluarga diberi kekuatan, serta segera memperoleh perhatian dan bantuan yang dibutuhkan untuk bangkit dari musibah ini.

 

(P/Tim) 

 

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar