Pariaman Targetkan 1,4 Juta Wisatawan pada 2026, Aksesibilitas Masih Jadi Tantangan

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Pariaman |Portalpcvnews.net — Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman menargetkan kunjungan wisatawan mencapai 1,4 juta orang pada 2026, angka yang relatif sama dengan realisasi kunjungan sepanjang 2025.

Target tersebut dinilai realistis di tengah tantangan pemulihan infrastruktur transportasi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Ferialdi, mengatakan penetapan target itu didasarkan pada analisis menyeluruh terhadap kondisi aksesibilitas menuju daerah tersebut.

“Kami menargetkan kunjungan wisatawan pada 2026 berada di angka 1,4 juta. Angka ini tidak jauh berbeda dari capaian 2025 karena masih mempertimbangkan kendala akses transportasi yang belum sepenuhnya pulih,” ujarnya di Pariaman, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, salah satu faktor krusial yang memengaruhi arus kunjungan wisatawan adalah belum optimalnya akses jalan nasional Padang–Bukittinggi, khususnya di kawasan Lembah Anai, yang merupakan urat nadi transportasi Sumatera Barat.

Gangguan pada jalur tersebut berdampak signifikan terhadap mobilitas wisatawan dari daerah penyangga utama seperti Bukittinggi, Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, hingga sejumlah wilayah di Provinsi Riau yang selama ini menjadi kontributor besar kunjungan wisata ke Pariaman.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak terkait, Ferialdi menyebutkan bahwa proses perbaikan dan normalisasi jalan di Lembah Anai diperkirakan baru rampung sepenuhnya pada Juli 2026.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat dua agenda wisata unggulan Pariaman—Piaman Barayo pada Maret dan Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada Juni—diselenggarakan sebelum periode tersebut dan berpotensi menarik ratusan ribu wisatawan.

Meski demikian, Pemkot Pariaman tetap berupaya menjaga daya saing destinasi melalui penguatan strategi pariwisata yang terintegrasi, dengan mengoptimalkan potensi wisata bahari dan budaya sebagai identitas utama kota tersebut.

Sepanjang 2026, Pemkot Pariaman merencanakan 43 agenda wisata yang tersebar sepanjang tahun guna mendorong kunjungan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta meningkatkan belanja pariwisata.

“Kalender wisata dalam waktu dekat akan segera kami rilis sebagai bagian dari strategi promosi dan penguatan atraksi,” kata Ferialdi.

Pemkot Pariaman berharap percepatan penyelesaian proyek infrastruktur di Lembah Anai dapat terealisasi sesuai jadwal, sehingga pada semester kedua 2026 arus kunjungan wisatawan dapat kembali meningkat signifikan dan target tahunan dapat tercapai.

Dengan strategi yang berfokus pada kolaborasi lintas sektor, penguatan event, serta peningkatan kualitas layanan, Pemkot Pariaman optimistis pariwisata tetap menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah di tengah dinamika dan persaingan destinasi yang semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun global.(Ade Candra)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar