Isu Wali Kota Payakumbuh Pindah ke Gerindra Belum Terbukti, Pengurus Demokrat: “Sampai Hari Ini Tidak Ada Informasi”

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net – Isu yang menyebut Wali Kota Payakumbuh, Dr. Zulmaeta, Sp.OG., KPM, berpindah dari Partai Demokrat ke Partai Gerindra belakangan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Wali Kota yang membenarkan kabar tersebut.

Untuk mengonfirmasi informasi yang beredar, wartawan berupaya menemui langsung Wali Kota Payakumbuh pada Senin (27/7/2026). Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Zulmaeta sedang berada di Jakarta dalam rangka menjalankan agenda kedinasan sekaligus memenuhi undangan dari Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan Armen Faindal, SH, saat dikonfirmasi wartawan.

“Bapak sedang berada di Jakarta,” ujar Armen.

Armen yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh serta Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Payakumbuh mengaku terkejut mendengar isu tersebut. Ia menegaskan hingga saat ini tidak pernah menerima informasi ataupun pemberitahuan mengenai adanya perpindahan partai yang dikaitkan dengan Wali Kota Payakumbuh.

“Ah, masa iya? Jangan bercanda,” katanya singkat.

Menurut Armen, apabila benar terjadi perpindahan partai, jajaran pengurus Partai Demokrat di daerah tentu akan mengetahui informasi tersebut.

“Saya ini Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh dan juga Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Kota Payakumbuh. Kalau memang ada perpindahan partai, tentu saya sebagai pengurus akan mengetahuinya. Sampai hari ini tidak ada informasi seperti itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa perpindahan partai oleh seorang kepala daerah bukanlah persoalan yang dapat diputuskan secara sederhana. Menurutnya, langkah tersebut menyangkut tanggung jawab moral terhadap partai pengusung, kolega politik, konstituen, serta masyarakat yang telah memberikan amanah.

“Perpindahan partai oleh seorang kepala daerah tidak semudah yang dibayangkan. Ada tanggung jawab moral kepada partai pengusung, kolega politik, dan konstituen. Sebagai kepala daerah, Pak Zulmaeta adalah figur publik. Tentu tidak semudah itu mengakhiri hubungan baik yang selama ini telah terjalin dengan Partai Demokrat sebagai partai pengusungnya,” ujarnya.

Armen menambahkan bahwa kepercayaan publik juga menjadi pertimbangan penting dalam setiap langkah politik seorang kepala daerah. Menurutnya, masyarakat mengenal Zulmaeta sebagai kepala daerah yang diusung Partai Demokrat sehingga setiap keputusan politik tentu memiliki konsekuensi yang harus dipertimbangkan secara matang.

“Publik telah memberikan kepercayaan kepada beliau sebagai kepala daerah yang diusung Partai Demokrat. Karena itu, setiap keputusan politik tentu memiliki konsekuensi dan harus dipikirkan secara matang. Beliau memahami betul tanggung jawab tersebut,” katanya.

Sebagai politisi yang telah lama mengenal Zulmaeta, Armen mengaku tidak meyakini isu yang saat ini beredar.

“Saya sudah lama berkecimpung di dunia politik dan mengenal Pak Zulmaeta. Saya sama sekali tidak yakin beliau pindah partai. Sepanjang yang saya ketahui, isu yang menyebut beliau berpindah ke Partai Gerindra tidak benar,” tegasnya.

Ia kembali menegaskan bahwa keberangkatan Zulmaeta ke Jakarta murni untuk menjalankan agenda kedinasan sekaligus memenuhi undangan dari Partai Demokrat, bukan terkait perpindahan partai politik.

“Pindah partai itu tidak semudah tempat bermain kata,” tutup Armen.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari Wali Kota Payakumbuh, Dr. Zulmaeta, guna melengkapi informasi dan memastikan fakta yang berkembang.

Dengan demikian, informasi mengenai dugaan perpindahan Wali Kota Payakumbuh dari Partai Demokrat ke Partai Gerindra masih sebatas isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum disertai pernyataan resmi dari pihak yang bersangkutan.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar