Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) jenjang Sekolah Dasar, sebanyak 35 kepala sekolah dari Kecamatan Lareh Sago Halaban, Akabiluru, dan Pangkalan mengikuti kegiatan yang digelar di Aula Hotel Shago Bungsu 1, Tanjung Pati, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kapasitas kepala sekolah dalam mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sesuai dengan ketentuan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026. Program tersebut menitikberatkan pada terciptanya lingkungan belajar yang aman secara fisik, psikologis, sosial, serta mendukung keamanan digital bagi seluruh warga sekolah.
Pada hari ketiga, materi disampaikan oleh narasumber berkompeten, yakni Dr. Yenita Irawati, M.Pd. dari BBPMP Provinsi Sumatera Barat, psikolog Mai Tiza Husna, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CIT yang juga merupakan dosen UIN Imam Bonjol Padang, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Drs. Aimel Nazra, M.Si.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan nyaman bagi peserta didik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Drs. Aimel Nazra, M.Si., berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan hasil bimtek di satuan pendidikan masing-masing.
“Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bukan hanya menjadi program, tetapi harus menjadi budaya kerja di setiap sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh kepala sekolah mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak, berkarakter, serta mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas sesuai arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (P)


