Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota melakukan pengecekan pekerjaan sejumlah proyek pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan yang bersumber dari APBD, Rabu (2/9/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan dalam rangka Provisional Hand Over (PHO) sekaligus memastikan pekerjaan yang dilaksanakan pihak rekanan telah selesai sesuai kontrak, baik dari sisi volume maupun kualitas pekerjaan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., turun langsung melakukan pengecekan terhadap hasil pekerjaan rekanan di sejumlah sekolah.
Salah satunya di SMP Negeri 03 Subarang Aia, yang mendapatkan pekerjaan renovasi dua ruang kelas, meliputi perbaikan atap, plafon, pengecatan dinding, serta pemasangan keramik selasar. Pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Bangun Prima Konstruksi dengan nilai anggaran sebesar Rp159.791.000.
Pekerjaan tersebut memiliki masa kontrak 90 hari, namun berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 60 hari, sehingga dapat dimanfaatkan sekolah lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan.
Pengecekan juga dilakukan di SD Negeri 06 Kubang, dengan pekerjaan rehabilitasi tiga unit toilet. Proyek senilai Rp99.820.000 tersebut memiliki masa kontrak 60 hari dan telah diselesaikan dalam waktu 40 hari dengan progres mencapai 100 persen.
Sementara itu, di SD Negeri 04 Koto Tuo, pekerjaan rehabilitasi empat unit toilet dilaksanakan oleh CV. Zane dengan anggaran sebesar Rp99.814.000.
Pekerjaan tersebut memiliki masa kerja 60 hari dan telah diselesaikan pada 1 September 2026, lebih cepat dari batas akhir kontrak yang ditetapkan pada 6 September 2026.

Kontraktor Pacu Pekerjaan Karena Kebutuhan Sekolah
Salah seorang kontraktor pelaksana, Irwan, mengatakan pihaknya sengaja memacu pekerjaan di lapangan karena memahami bahwa sarana yang direhabilitasi merupakan fasilitas yang dibutuhkan sekolah dalam menunjang aktivitas belajar mengajar.
Menurut Irwan, penyelesaian pekerjaan lebih cepat bukan berarti mengabaikan kualitas. Pihaknya justru menyiapkan tenaga kerja yang sigap dan profesional agar pekerjaan dapat dikerjakan secara maksimal sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kita melihat kebutuhan sekolah memang cukup mendesak. Karena itu, pekerjaan terus kita pacu agar bisa selesai sebelum batas waktu kontrak. Kita juga didukung pekerja yang sigap dan profesional di lapangan,” ujar Irwan saat ditemui di sela pengecekan pekerjaan.
Ia menambahkan, percepatan pekerjaan dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketentuan yang telah disepakati dalam kontrak.
“Kita tidak hanya mengejar cepat selesai, tetapi bagaimana hasil pekerjaan benar-benar baik dan bisa langsung dimanfaatkan oleh pihak sekolah. Kalau pekerjanya sigap, koordinasi bagus, dan pekerjaan dilakukan secara profesional, tentu target penyelesaian bisa dicapai lebih cepat,” katanya.
Irwan juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan pihak sekolah menjadi salah satu hal penting dalam pelaksanaan pekerjaan. Dengan adanya koordinasi yang baik, berbagai kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sehingga tidak menghambat proses pengerjaan.
Dinas Pendidikan Pastikan Kesesuaian Pekerjaan
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota, Endri Mulyadi, ST., mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan pekerjaan rekanan telah sesuai dengan kontrak dan ketentuan yang berlaku.
“Pengecekan ini kita lakukan untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan rekanan benar-benar sesuai dengan kontrak, baik dari sisi volume maupun kualitas pekerjaan. Jika semuanya telah sesuai, maka proses PHO dapat dilaksanakan sesuai ketentuan,” ujar Endri.
Ia mengapresiasi pihak rekanan dan para pekerja di lapangan yang mampu menyelesaikan pekerjaan sebelum batas waktu yang telah ditentukan.
Menurutnya, percepatan penyelesaian pekerjaan tentu menjadi hal positif bagi sekolah, namun yang paling utama tetap kualitas hasil pekerjaan dan manfaatnya bagi peserta didik.
“Kita berharap sarana yang telah diperbaiki ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh sekolah dan memberikan kenyamanan bagi siswa maupun guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar,” katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan, sehingga penggunaan anggaran APBD dapat memberikan manfaat maksimal bagi sekolah dan masyarakat.
Dengan rampungnya sejumlah pekerjaan tersebut, fasilitas pendidikan diharapkan semakin layak, nyaman, dan mampu mendukung proses pembelajaran bagi peserta didik di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Kepala Sekolah Apresiasi Perhatian Pemerintah

Kepala UPTD SDN 04 Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau, Nasmiza Yelni, S.Pd., SD., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bupati Lima Puluh Kota bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah melalui program rehabilitasi empat unit toilet.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Lima Puluh Kota dan Dinas Pendidikan yang telah membantu sekolah kami melalui rehabilitasi empat unit toilet. Ini sangat berarti bagi sekolah dan tentunya memberikan kenyamanan bagi siswa maupun guru,” ujar Nasmiza Yelni.
Menurutnya, perbaikan fasilitas sekolah sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang layak, sehat, dan nyaman bagi peserta didik.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap SDN 04 Nagari Koto Tuo dapat terus berlanjut, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan lainnya.
“Harapan kami ke depan sekolah ini juga dapat memperoleh dana refit untuk merehabilitasi seluruh ruangan kelas yang kondisinya membutuhkan perhatian. Kami juga berharap adanya pembangunan ruang majelis guru dan laboratorium komputer beserta sarana pendukungnya,” harapnya.
Nasmiza menilai, kelengkapan sarana dan prasarana merupakan bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran. Dengan fasilitas yang memadai, guru akan lebih nyaman melaksanakan tugas dan siswa dapat belajar dalam suasana yang lebih baik.
“Kami secara bertahap kebutuhan sarana dan prasarana sekolah ini dapat terpenuhi. Tentunya semua itu untuk mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan pelayanan pendidikan kepada anak-anak,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi pihak rekanan yang telah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi toilet sebelum batas akhir kontrak, sehingga fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.(jhoni Hendri)


