Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah, Stabilkan Harga Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh menggelar Gerakan Pangan Murah di Pasar Padang Kaduduak, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kamis (5/3/2026), sebagai langkah strategis menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui Asisten II Setdako Payakumbuh, Yasrizal, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat berbagai langkah stabilisasi pangan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang lazim terjadi pada momentum keagamaan.

“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama pada periode Ramadan hingga Idul Fitri ketika permintaan biasanya meningkat,” kata Yasrizal.

Ia menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret Pemko Payakumbuh dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh menyediakan sejumlah komoditas strategis dengan harga subsidi, antara lain beras lokal Anak Daro, beras SPHP, telur ayam, gula pasir, bawang merah, serta minyak goreng.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edfidel Arda, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih murah sekaligus menekan potensi gejolak harga di pasar.

“Kegiatan ini menyasar langsung masyarakat Kota Payakumbuh. Warga cukup menunjukkan fotokopi KTP agar program ini tepat sasaran,” ujarnya.

Adapun sejumlah komoditas yang disediakan dalam Gerakan Pangan Murah tersebut antara lain beras lokal Anak Daro yang dijual seharga Rp150.000 per 10 kilogram dari harga pasar sekitar Rp170.000 dengan total stok 2.750 kilogram.

Beras SPHP dijual Rp60.000 per kemasan dari harga pasar Rp64.000 dengan ketersediaan 600 kilogram.

Telur ayam dipasarkan Rp47.000 per tray dari harga pasar sekitar Rp53.000 dengan stok 275 tray. Sementara gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp18.000 per kilogram dengan ketersediaan 275 kilogram.

Selain itu, bawang merah dijual Rp20.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp23.000 per kilogram dengan stok 275 kilogram, serta minyak goreng Rp29.000 per pouch dari harga pasar sekitar Rp31.400 dengan ketersediaan 275 pouch.

Edfidel menambahkan, pelaksanaan kegiatan ini turut didukung oleh dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp10 juta.

“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara berkelanjutan di Kota Payakumbuh,” katanya.

Salah seorang warga, Fahmi Yurnita, warga Kelurahan Tigo Koto Diate, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.

Menurutnya, harga bahan pokok yang ditawarkan jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemko Payakumbuh. Program ini sangat membantu kebutuhan rumah tangga kami, terutama menjelang Ramadan. Harapan kami kegiatan seperti ini bisa rutin dilaksanakan,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen yang terus diperkuat Pemko Payakumbuh untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap aman selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar