PAYAKUMBUH, Portalpcvnews.net – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat dengan memperluas hari operasional Perpustakaan Umum Daerah. Mulai awal 2025, layanan perpustakaan tidak lagi terbatas pada hari kerja, tetapi juga dibuka untuk umum setiap Sabtu dan Minggu.
Kebijakan ini diambil Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ruang belajar, riset, dan literasi di luar jam kerja formal.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh, Erwan, mengatakan perpanjangan jam layanan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perubahan pola aktivitas masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi batasan waktu bagi masyarakat untuk mengakses ilmu pengetahuan. Banyak pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang justru memiliki waktu luang di akhir pekan,” ujar Erwan, Jumat (2/1/2025).
Sebelumnya, Perpustakaan Umum Daerah hanya beroperasi pada Senin hingga Jumat. Dengan kebijakan baru ini, jam layanan diperluas menjadi Senin–Jumat pukul 08.00–16.00 WIB, serta Sabtu dan Minggu pukul 09.00–14.00 WIB.
Selain memperluas akses literasi, kebijakan ini juga diarahkan untuk mentransformasi perpustakaan menjadi ruang publik yang inklusif dan ramah keluarga.
Kepala Bidang Perpustakaan, Rudi Arnel, menyebutkan bahwa perpustakaan kini diposisikan sebagai alternatif kegiatan edukatif dan rekreatif bagi masyarakat di akhir pekan.
“Kami ingin menjadikan perpustakaan sebagai destinasi rekreasi keluarga sekaligus wisata edukasi. Orang tua dapat datang bersama anak-anak untuk membaca, belajar, atau mengikuti berbagai kegiatan positif,” jelas Rudi.
Transformasi Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh tersebut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi dan mahasiswa. Mahasiswi Universitas Negeri Padang, Fadhilla Humaira, menilai perpustakaan kini telah berkembang menjadi pusat inklusi sosial dan penelitian masyarakat.
“Perpustakaan saat ini bukan lagi sekadar tempat membaca buku, tetapi telah beralih menjadi ruang belajar bersama, pusat penelitian, dan wadah inklusi sosial,” ujarnya.
Untuk mendukung fungsi edukasi sekaligus rekreasi, perpustakaan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, di antaranya home theater dengan sistem audio visual menyerupai bioskop, serta aula serbaguna yang representatif untuk seminar, perlombaan dalam ruangan, hingga kegiatan edukatif bagi siswa tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar.
Dengan fasilitas yang semakin lengkap serta jam operasional yang diperpanjang hingga akhir pekan, Perpustakaan Umum Daerah Kota Payakumbuh diproyeksikan menjadi pusat aktivitas edukatif sekaligus destinasi wisata literasi baru bagi masyarakat, khususnya pada hari libur.(P)


