Lima Puluh Kota, Sumatera Barat |Portalpcvnews.net — Program hilirisasi sektor pertanian yang didorong pemerintah pusat mulai menunjukkan dampak konkret di daerah. Jorong gando Kanagarian Piobang, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, kegiatan pembibitan tanaman perkebunan yang dilaksanakan oleh CV Hadistira Jaya Kencana menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional dapat menghadirkan perubahan ekonomi langsung di tingkat masyarakat.
Inisiatif ini berjalan di bawah koordinasi Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan serta pendampingan teknis dari Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan, sebagai bagian dari penguatan hulu sektor perkebunan dalam skema hilirisasi.
Program ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan produksi dari hulu, peningkatan kualitas bibit unggul, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian di daerah.
Dampak Ekonomi Langsung di Tingkat Nagari
Kegiatan pembibitan yang dikelola CV Hadistira Jaya Kencana tidak hanya berfokus pada produksi bibit unggul, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Warga Nagari Piobang dilibatkan secara aktif dalam proses persemaian, perawatan, hingga distribusi bibit, menciptakan efek ekonomi berganda (multiplier effect) di wilayah tersebut.
Selain menyerap tenaga kerja lokal, bibit yang dihasilkan nantinya akan didistribusikan langsung kepada masyarakat dan kelompok tani, sehingga manfaat program tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi berlanjut hingga ke peningkatan produktivitas perkebunan rakyat.
Kunjungan Kepala Daerah dan Apresiasi Pemerintah Kabupaten
Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari Bupati Safni Sikumbang yang meninjau lokasi pembibitan di Piobang. Dalam kunjungannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada CV Hadistira Jaya Kencana yang dinilai telah berkontribusi besar dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Menurut Safni, keterlibatan warga dalam proses pembibitan ini secara nyata membantu Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dalam menekan angka pengangguran serta menggerakkan ekonomi nagari.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lima Puluh Kota, Witra, yang menegaskan bahwa kegiatan pembibitan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemerintah pusat dan pelaku usaha dalam memperkuat sektor pertanian berbasis masyarakat.
Penguatan Hulu sebagai Kunci Hilirisasi
Pendekatan hilirisasi yang diterapkan pemerintah tidak hanya berorientasi pada pengolahan hasil akhir, tetapi dimulai dari penguatan sektor hulu melalui penyediaan bibit berkualitas dan sistem pembibitan yang terstandar. Dengan dukungan teknis dari BBPPTP Medan, proses pembibitan di Piobang dijalankan sesuai standar perbenihan nasional, menjamin kualitas dan daya tumbuh bibit yang dihasilkan.
Model ini menjadi fondasi penting dalam membangun rantai nilai perkebunan yang berkelanjutan, dari pembibitan hingga hasil produksi di lapangan.
Apresiasi kepada Pemerintah dan Pelaku Usaha Lokal
CV Hadistira Jaya Kencana selaku pelaksana kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas program hilirisasi yang memberikan ruang bagi pelaku usaha daerah untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan tersebut karena telah banyak mempekerjakan masyarakat sekitar, sehingga turut membantu pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Model Replikasi untuk Daerah Lain
Keberhasilan kegiatan pembibitan di Jorong gando Piobang dinilai berpotensi menjadi model replikasi bagi daerah lain dalam mendukung hilirisasi pertanian berbasis masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah pusat, unit teknis, pemerintah daerah, dan pelaku usaha lokal terbukti mampu menghadirkan dampak nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan ini, hilirisasi tidak lagi sekadar konsep kebijakan, melainkan gerakan nyata yang menghidupkan ekonomi desa dan memperkuat fondasi pertanian nasional dari akar rumput.(P)


