Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net – Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) selama enam hari, mulai 27 hingga 1 Agustus 2026, di Hotel Sago Bungsu 1, Tanjung Pati. Kegiatan ini bertujuan memperkuat komitmen seluruh satuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Bimtek BSAN merupakan tindak lanjut implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Kebijakan tersebut menekankan pentingnya perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis, keamanan digital, serta pembentukan karakter peserta didik di lingkungan sekolah.
Kegiatan dibuka dengan menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Antoni, sebagai narasumber utama, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Aimel Nazra, serta perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat, Yeni. Ketiganya memberikan pemaparan mengenai strategi penerapan BSAN di satuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Antoni menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Melalui penerapan BSAN, seluruh warga sekolah diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu tumbuh kembang anak, seperti perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, kecanduan penggunaan telepon genggam, paparan pornografi, kekerasan, hingga berbagai bentuk penyimpangan perilaku lainnya.
Menurutnya, keberhasilan penerapan BSAN tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan kepala sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh ekosistem pendidikan, termasuk orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Aimel Nazra menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas para pendidik dan tenaga kependidikan dalam membangun budaya sekolah yang positif, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Perwakilan BBPMP Provinsi Sumatera Barat, Yeni, menambahkan bahwa implementasi BSAN merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadirkan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkarakter.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota berharap seluruh sekolah mampu mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara berkelanjutan sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan, kekerasan, diskriminasi, serta berbagai ancaman yang dapat menghambat perkembangan peserta didik.(P)


