Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net – Memasuki hari kedua, Selasa (28/7/2026), Bimbingan Teknis (Bimtek) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) jenjang Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lima Puluh Kota berlangsung di Aula Hotel Shago Bungsu 1, Tanjung Pati.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepala sekolah dalam mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan di satuan pendidikan.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber berkompeten, yaitu Dr. Yenita Irawati, M.Pd dari BBPMP Provinsi Sumatera Barat, Mai Tiza Husna, S.Psi., M.Psi., Psikolog, CIT, dosen UIN Imam Bonjol Padang, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Drs. Aimel Nazra, M.Si.
Sebanyak 35 kepala SD mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kecamatan Mungka, dan Kecamatan Guguak. Selama bimtek, peserta dibekali pemahaman mengenai penguatan budaya positif di sekolah, perlindungan peserta didik, kesehatan psikologis warga sekolah, pencegahan perundungan, serta strategi membangun kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota, Drs. Aimel Nazra, M.Si, menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam membangun budaya sekolah yang berpihak kepada peserta didik.
“Implementasi BSAN bukan hanya memenuhi regulasi, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter mereka,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber dari BBPMP Provinsi Sumatera Barat, Dr. Yenita Irawati, M.Pd, menekankan bahwa keberhasilan penerapan BSAN sangat bergantung pada komitmen seluruh warga sekolah dalam membangun budaya yang saling menghargai, melindungi, dan menumbuhkan karakter positif peserta didik.
Melalui pelaksanaan bimtek ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota berharap seluruh kepala sekolah mampu mengimplementasikan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman secara berkelanjutan di sekolah masing-masing, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.
Program BSAN sendiri menekankan penguatan tata kelola sekolah, perlindungan fisik dan psikologis, keamanan sosiokultural, serta keamanan digital sebagai bagian dari budaya sekolah yang berpusat pada kepentingan terbaik bagi anak.(P)


