Rendang Payakumbuh Menuju Panggung Ekspor: OVOP Go Global dan Industri 4.0 Perkuat Daya Saing IKM

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh, Sumatera Barat |Portalpcvnews.net — Sentra IKM rendang Kota Payakumbuh mulai diposisikan sebagai kandidat kuat produk unggulan ekspor melalui Program OVOP (One Village One Product) Go Global dan adopsi Teknologi Industri 4.0 dalam kerangka Program Desa Devisa. Inisiatif ini digelar oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Payakumbuh, Selasa (12/05/2026).

Sosialisasi dan pendampingan berlangsung di aula Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh dengan melibatkan puluhan pelaku IKM rendang. Fokusnya: peningkatan mutu produk, penguatan manajemen usaha, standardisasi kemasan, serta kesiapan menembus pasar ekspor berbasis teknologi dan inovasi.

Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, menegaskan bahwa rendang bukan sekadar warisan kuliner Minangkabau yang mendunia, tetapi juga motor ekonomi rakyat yang perlu didorong naik kelas.

“Rendang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dengan pendampingan yang tepat, IKM rendang Payakumbuh bisa semakin mandiri dan mendunia,” ujarnya.

Strategi Naik Kelas: Kualitas, Digitalisasi, Ekspor

Kepala Disnakerperin Payakumbuh, Yasril, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis memperkuat daya saing IKM melalui adaptasi transformasi digital industri.

“Kami ingin pelaku IKM beradaptasi dengan transformasi digital sehingga memiliki daya saing kuat di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sesditjen IKMA Kemenperin Yedi Sabaryadi, Staf Ahli TP-PKK Yeni Elzadaswarman, pengurus sentra, serta pelaku IKM berprestasi seperti Rendang Gadih (OVOP Bintang 3/2024) dan Rendang Riry (OVOP Bintang 2/2024).

Materi teknis disampaikan oleh Tenaga Ahli OVOP Go Global Dika Rinakuki dan Kepala Department Export Development Advisory Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Nila Meidhita, yang menekankan pentingnya inovasi, standardisasi, dan pemanfaatan teknologi agar produk memenuhi tuntutan pasar global.

“Penguatan inovasi dan teknologi adalah kunci agar IKM mampu mengikuti dinamika kebutuhan pasar internasional,” jelas Nila.

Potensi Besar Jadi Produk Unggulan Indonesia

Yedi Sabaryadi menegaskan bahwa transformasi industri adalah keniscayaan di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

“Melalui OVOP Go Global dan adopsi Industri 4.0, IKM tidak hanya meningkatkan kualitas dan produktivitas, tetapi juga siap memasuki pasar ekspor secara berkelanjutan. Sentra rendang Payakumbuh memiliki potensi sangat besar menjadi produk unggulan Indonesia di pasar dunia,” ujarnya.

Kemenperin, lanjutnya, terus mendorong penguatan IKM berbasis potensi daerah melalui pendampingan usaha, digitalisasi proses produksi, hingga pembukaan akses pasar ekspor untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Dengan identitas rasa yang kuat, kualitas yang terjaga, dan dukungan ekosistem kebijakan, rendang Payakumbuh kini diproyeksikan bukan hanya sebagai ikon kuliner, melainkan sebagai duta ekonomi Indonesia di pasar global.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar