Megawati Hangestri Kembali Jadi Sorotan Media Korea Usai Bersinar di Proliga 2026

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Jakarta, Portalpcvnews.net — Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi perhatian media Korea Selatan setelah tampil impresif bersama Jakarta Pertamina Enduro (JPE) pada laga pembuka Proliga 2026.

Penampilan sang opposite hitter memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain Asia paling berpengaruh di kancah voli profesional Asia.

Bertanding di GOR Ahmad Yani, Pontianak, Jumat (9/1), JPE meraih kemenangan dramatis atas Jakarta Electric PLN dengan skor 3-2 (20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-9).

Dalam laga tersebut, Megawati menyumbang 20 poin dan menjadi salah satu pilar kebangkitan JPE setelah tertinggal dua set lebih dulu.Meski top skor JPE diraih Yana Shcherban dengan 23 poin, kontribusi Megawati dinilai krusial dalam menjaga stabilitas serangan tim.

Sementara itu, top skor pertandingan dicatat oleh outside hitter Electric PLN, Neriman Ozsoy, yang mengemas 28 poin.
Performa Megawati di Proliga turut mendapat sorotan di Korea Selatan.

Media setempat menyoroti keberlanjutan konsistensi Megawati, yang sebelumnya dua musim berturut-turut menjadi tulang punggung Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea.

Dalam dua musim, 2023/2024 dan 2024/2025, Megawati tidak hanya berperan sebagai mesin pencetak poin, tetapi juga membawa Red Sparks menembus babak playoff secara beruntun—sebuah pencapaian signifikan bagi klub.

Perhatian terhadap Megawati semakin menguat seiring performa pemain kuota Asia Red Sparks saat ini, Jamiyanpurev Enkhsoyol atau Inkushi, yang dinilai belum sepenuhnya konsisten. Meski posisi keduanya berbeda—Inkushi sebagai outside hitter dan Megawati sebagai opposite—perbandingan tetap tak terhindarkan karena sama-sama mengisi kuota pemain Asia.

Dalam laporan Yonhap yang dikutip Sabtu (10/1), Inkushi disebut menunjukkan perkembangan positif, namun masih membutuhkan konsistensi lebih tinggi.

Hal ini menjadi krusial mengingat Liga Voli Korea akan menerapkan sistem bebas transfer mulai musim depan, yang memungkinkan klub merekrut pemain Asia tanpa melalui mekanisme draf.

Dengan sistem baru tersebut, Megawati dipandang sebagai salah satu pemain Asia paling menarik di pasar transfer. Kualitas dan rekam jejaknya bersama Red Sparks dinilai setara, bahkan melampaui sejumlah pemain asing di klub lain.

Situasi Red Sparks musim depan juga dipengaruhi oleh langkah Inkushi yang dilaporkan tengah menjajaki opsi naturalisasi sebagai warga negara Korea, baik melalui jalur khusus maupun umum.

Jika proses tersebut terealisasi, Inkushi akan terbebas dari batasan kuota pemain Asia dan membuka dinamika baru dalam komposisi skuad Red Sparks.

Apabila Megawati kembali ke Daejeon, persaingan internal dan strategi rekrutmen Red Sparks dipastikan menjadi salah satu isu utama yang akan menyita perhatian publik voli Korea dan Asia pada musim mendatang.(Yolan)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar