115 Prajurit TNI Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa Usai Kuasai Markas OPM di Papua

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

JAKARTA, Portalpcvnews.net — Sebanyak 115 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Satuan Tugas Rajawali dan Komando Operasi Habema (Koops Habema) menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas keberhasilan mereka dalam menguasai sejumlah markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Papua.

Upacara penganugerahan KPLB dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan disaksikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, bertempat di Markas Koops Habema, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (2/1).

Para prajurit penerima KPLB berasal dari satuan-satuan elit lintas matra, yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), serta Korps Marinir TNI Angkatan Laut, termasuk unsur Detasemen Jala Mangkara (Denjaka).

Mereka tampil mengenakan baret kebanggaan masing-masing satuan dalam prosesi penghargaan tersebut.

Penanggalan pangkat lama dan penyematan pangkat baru dipimpin langsung oleh Panglima TNI, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari Menteri Pertahanan, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Letjen Bambang Trisnohadi, hingga Panglima Koops Habema Mayjen Lucky Avianto.

Penghargaan ini diberikan kepada personel yang terlibat dalam serangkaian operasi militer sepanjang Oktober hingga November 2025, yang berhasil melumpuhkan dan menguasai markas kelompok bersenjata OPM di tiga wilayah berbeda.

Pada Operasi Kinetik 5 Oktober 2025, Satgas Rajawali III melaksanakan penindakan di Kampung Wunabunggu, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, yang berhasil menguasai markas Kodap XII Lanny Jaya serta menetralisir tokoh kunci OPM, Mayu Waliya, yang menjabat sebagai Komandan Operasi kelompok tersebut.

Selanjutnya, dalam Operasi Badai 15 Oktober 2025, Satgas Rajawali II dan III merebut markas Kodap VIII Soanggama pimpinan Undius Kogoya di Kampung Soanggama, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Operasi ini menewaskan 14 anggota kelompok bersenjata OPM.

Sementara itu, pada Operasi Badai Kasuari 9 November 2025, personel gabungan dari Yonif 10 Marinir, Denjaka, dan unsur pendukung lainnya berhasil menyergap dan menguasai markas OPM di wilayah Sungai Wariager, Distrik Moskona Barat, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Dalam amanatnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa negara tidak akan ragu memberikan penghargaan kepada prajurit yang menjalankan tugas dengan risiko tinggi.

“Ada suatu kebahagiaan bagi seorang komandan atau seorang panglima ketika dapat memberikan penghargaan kepada prajuritnya,” ujar Sjafrie.

Ia menambahkan, penghargaan akan diberikan kepada prajurit yang tidak hanya berprestasi di medan tugas, tetapi juga menjunjung tinggi budi pekerti dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Pemerintah, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, memastikan bahwa penghargaan bagi prajurit tidak dibatasi hanya satu kali.

Mereka yang berkeringat dan rela berkorban untuk negara pantas mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya,” tegasnya.

Sjafrie juga menekankan pentingnya meritokrasi di tubuh TNI sebagai fondasi profesionalisme dan motivasi prajurit.
“Jika meritokrasi ditegakkan, maka penghargaan akan datang secara alami dari komandan dan panglima,” pungkasnya.

(Yolan)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar