BPOM Payakumbuh Lanjutkan Pembangunan Laboratorium Tahap II pada 2026, Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan di Sumatera Barat

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
2 Min Read

Payakumbuh, Portalpcvnews.net — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Payakumbuh memastikan kelanjutan pembangunan gedung laboratorium pada tahun 2026 sebagai bagian dari tahap II pengembangan infrastruktur pengawasan obat dan makanan di wilayah Sumatera Barat.

Kepala BPOM Payakumbuh, Dio Ramondrana, S.Si., M.Sc, menegaskan bahwa pembangunan tahap lanjutan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan laboratorium serta efektivitas pengawasan mutu dan keamanan produk obat dan makanan.

“Pada tahun 2026, BPOM Payakumbuh akan melanjutkan pembangunan tahap II gedung laboratorium.

Saat ini, kami telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat dan sedang berproses dalam penyusunan dokumen teknis sebagai bagian dari persiapan lanjutan pembangunan,” ujar Dio Ramondrana.

Sebagai unit pelaksana teknis BPOM RI, BPOM Payakumbuh memiliki cakupan wilayah kerja yang luas, meliputi tujuh kabupaten/kota, yakni Kota Payakumbuh, Kota Bukittinggi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Dalam menjalankan tugasnya, BPOM Payakumbuh berperan aktif dalam pendampingan pelaku usaha terkait pengurusan izin edar, pengawasan sarana produksi dan distribusi obat dan makanan melalui inspeksi rutin, pengujian sampel laboratorium, serta edukasi masyarakat melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Selain itu, BPOM Payakumbuh juga melaksanakan penindakan terhadap pelanggaran dan kejahatan di bidang obat dan makanan, dengan mengedepankan sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait lainnya.

Dio Ramondrana menegaskan bahwa penguatan infrastruktur laboratorium akan berdampak langsung pada peningkatan kecepatan, akurasi, dan kredibilitas pengawasan.

“Penguatan sarana laboratorium merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat.

BPOM Payakumbuh berkomitmen menjalankan pengawasan yang profesional, transparan, dan berstandar nasional maupun internasional demi menjamin keamanan produk yang beredar di masyarakat,” tegasnya.

Dengan kepemimpinan yang berorientasi pada kolaborasi dan kualitas layanan, BPOM Payakumbuh terus memperkuat perannya sebagai garda terdepan dalam perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah Sumatera Barat.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar