Jakarta, Portalpcvnews.net — Kontingen Indonesia mencatatkan tonggak penting pada SEA Games 2025 setelah melampaui separuh target perolehan medali emas pada hari kelima pelaksanaan ajang olahraga terbesar Asia Tenggara tersebut, Minggu (14/12). Hingga hari kelima, Tim Merah Putih telah mengoleksi 43 medali emas dari target ambisius 80 emas yang dicanangkan sejak awal.
Target 80 emas itu diproyeksikan untuk mengantarkan Indonesia finis di tiga besar klasemen akhir. Dengan capaian terkini, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk merealisasikan ambisi tersebut, sekaligus mempertegas daya saingnya di tingkat regional.
Pencapaian hari kelima menjadi salah satu yang paling produktif, dengan tambahan 12 medali emas. Cabang olahraga atletik tampil sebagai penyumbang emas terbanyak, menghadirkan empat gelar juara melalui Hendro Yap Kim Lung (jalan cepat 20 km putra), Violine Intan Puspita (jalan cepat 20 km putri), Robi Syianturi (maraton putra), dan Odekta Eliva Naibaho (maraton putri).
Sebelumnya, emas lebih dulu diraih Edgar Xavier Marvelo dari cabang wushu nomor changquan, daoushu, dan gunshu. Prestasi Indonesia pada hari kelima juga diperkaya oleh emas dari cabang bersepeda nomor time trial beregu putra, menembak beregu putra nomor 10 meter air pistol, serta bulu tangkis melalui Alwi Farhan (tunggal putra) dan pasangan Sabar/Reza (ganda putra).
Cabang pencak silat turut menyumbang emas dari nomor seni beregu putra, disusul Aero Sutan Aswar yang tampil dominan di jetski nomor endurance open putra. Dari arena urban sports, skateboarder Basral Graito menutup raihan emas hari itu lewat nomor street putra.
Secara keseluruhan, Indonesia kini mengoleksi 43 medali emas, 56 perak, dan 53 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Indonesia kokoh di peringkat kedua klasemen sementara SEA Games 2025, unggul sembilan medali emas atas Vietnam yang berada di posisi ketiga.
Dengan sisa pertandingan yang masih terbuka, performa konsisten lintas cabang menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus menambah pundi-pundi emas dan menjaga momentum menuju target akhir SEA Games 2025.(Yolan)


