Bukittinggi, Portalpcvnews.net – Realisasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kota Bukittinggi tahun anggaran 2025 menunjukkan kinerja yang sangat solid.
Hingga 26 Desember 2025, realisasi TKD telah mencapai Rp553,79 miliar atau 99,15 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp558,51 miliar, berdasarkan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan.
Capaian tersebut mencerminkan optimalisasi penyaluran dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kepada Pemerintah Kota Bukittinggi dalam rangka mendukung penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, pelayanan publik, serta percepatan pembangunan sektor strategis.
TKD merupakan bagian dari belanja negara yang dialokasikan kepada pemerintah daerah untuk dikelola sesuai kewenangannya, dengan tujuan memperkuat desentralisasi fiskal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komposisi Dana Transfer ke Daerah
Secara umum, TKD mencakup dana perimbangan, dana otonomi khusus, serta dana penyesuaian.
Untuk Kota Bukittinggi, komponen utama TKD tahun 2025 terdiri atas:
Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp13,73 miliar
Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp461,13 miliar
Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp11,28 miliar
Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sebesar Rp67,65 miliar
Dana Alokasi Umum menjadi komponen terbesar dan telah terealisasi 100 persen, mencakup pendanaan umum, bidang kesehatan, pendidikan, pendanaan kelurahan, hingga penggajian formasi PPPK.
Rincian Kinerja Penyaluran
Realisasi Dana Bagi Hasil tercatat sebesar 91,72 persen, dengan sejumlah pos mencapai penyaluran penuh, seperti DBH Perkebunan Sawit, DBH Cukai Hasil Tembakau, serta DBH Sumber Daya Alam, termasuk kehutanan, minerba, panas bumi, dan perikanan.
Sementara itu, DAK Fisik terealisasi 90,14 persen, sedangkan DAK Nonfisik mencapai 96,78 persen.
Penyaluran DAK Nonfisik mencakup berbagai program prioritas nasional, antara lain:
Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Tunjangan dan tambahan penghasilan guru ASN daerah
Bantuan operasional kesehatan dan keluarga berencana
Bantuan operasional PAUD dan pendidikan kesetaraan
Program perlindungan perempuan dan anak
Bantuan operasional museum dan taman budaya
Beberapa pos menunjukkan realisasi penuh 100 persen, mencerminkan efektivitas penyaluran dan pemanfaatan anggaran di sektor pelayanan dasar.
Cerminan Tata Kelola Fiskal Daerah
Capaian realisasi TKD yang mendekati sempurna ini menegaskan kapasitas fiskal dan tata kelola keuangan Kota Bukittinggi yang semakin matang.
Tingginya serapan anggaran menjadi indikator kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan dana publik tersalurkan tepat sasaran.
Dengan tingkat realisasi yang tinggi, diharapkan dampak TKD dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta penguatan perlindungan sosial sepanjang tahun 2025.(Tim)


