Apel Pagi di Balai Kota, Sekda Rida Ananda Dorong ASN Pemerintah Kota Payakumbuh Terapkan Hemat Energi dan Disiplin Kelola Sampah

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net — Sekretaris Daerah Payakumbuh, Rida Ananda, menyerukan komitmen kolektif aparatur sipil negara (ASN) untuk menerapkan gaya hidup hemat energi dan disiplin dalam pengelolaan sampah. Seruan tersebut disampaikan saat apel pagi di halaman Balai Kota, Senin (20/04/2026), sebagai bagian dari penguatan budaya kerja ramah lingkungan di lingkungan pemerintahan.

Rida menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan edaran Wali Kota yang mengikuti arahan pemerintah pusat terkait efisiensi energi. Salah satu langkah konkret yang didorong adalah penggunaan kendaraan roda dua setiap hari Rabu, serta anjuran bersepeda—setidaknya satu hari dalam sepekan, seperti Jumat—bagi ASN yang memungkinkan.

“Kebijakan ini perlu dijalankan secara konsisten sebagai bentuk komitmen bersama dalam menekan konsumsi energi di lingkungan pemerintahan,” ujar Rida.

Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan work from home (WFH) harus tetap produktif dan terukur. Menurutnya, fleksibilitas lokasi kerja tidak boleh menurunkan kinerja pelayanan publik.

“WFH bukan berarti libur bekerja. Tugas harus tetap dijalankan secara maksimal dari rumah,” tegasnya.

Dorongan penghematan energi ini, lanjut Rida, semakin relevan di tengah kenaikan harga BBM non-subsidi dalam beberapa hari terakhir. ASN diharapkan menyesuaikan pola penggunaan energi secara lebih efisien, baik di kantor maupun di rumah.

Teladan Praktik Baik

Pada kesempatan itu, Rida memberikan apresiasi kepada sejumlah ASN yang telah lebih dahulu mempraktikkan gaya hidup hemat energi dan peduli lingkungan. Ia mencontohkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kurniawan Syah Putra, yang rutin bersepeda ke kantor sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan efisiensi energi.

Apresiasi juga diberikan kepada Kepala Bagian Umum Setdako, Ulfakhri, serta Refnisia, Analis Keuangan Pusat dan Daerah Madya pada Badan Keuangan Daerah, yang telah mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos.

“Hal-hal sederhana seperti bersepeda ke kantor dan mengolah sampah rumah tangga memiliki dampak besar jika dilakukan bersama-sama,” kata Rida.

Transformasi Pengelolaan Sampah

Rida turut menyoroti perubahan pendekatan pengelolaan sampah di kota tersebut. Pemerintah tidak lagi mengandalkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara konvensional, melainkan memaksimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

“Sebelum membuang sampah, lakukan pemilahan. Pastikan yang dibuang benar-benar residu yang tidak bisa diolah kembali,” ujarnya.

Ia mengajak ASN dan masyarakat untuk memulai pengolahan sampah dari rumah tangga, khususnya sampah organik yang dapat diubah menjadi kompos. Langkah ini dinilai tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada penghematan energi secara tidak langsung.

Menutup arahannya, Rida menekankan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dan kolektif.

“Mari kita mulai dari rumah. Disiplin memilah dan mengolah sampah adalah bagian dari tanggung jawab kita menjaga lingkungan sekaligus mendukung efisiensi energi,” pungkasnya.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar