Padang Pariaman |Portalpcvnews.net — Tim Safari Ramadhan (TSR) 3 Kabupaten Padang Pariaman yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Aprinaldi, melaksanakan kunjungan ke Surau Ar-Rahman, Korong Padang Kabau, Nagari Koto Dalam Induk, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Rabu (25/2/2026).
Kunjungan tersebut turut didampingi unsur Sekretariat DPRD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, serta Bagian Perencanaan dan Keuangan. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Camat VII Koto Padang Sago, Kepala KUA VII Koto Padang Sago, pihak Puskesmas Padang Sago, Wali Nagari Koto Dalam Dedi Cahyadi, Bamus, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, wali korong, tokoh masyarakat, serta jamaah Surau Ar-Rahman.

Apresiasi dan Kehormatan bagi Kecamatan
Dalam sambutannya, Wali Nagari Dedi Cahyadi menyampaikan rasa terima kasih atas dipilihnya Surau Ar-Rahman sebagai lokasi kunjungan TSR tahun ini. Ia juga mengapresiasi penampilan anak-anak TPA/TPSA yang menjadi kebanggaan nagari.
Sementara itu, Camat VII Koto Padang Sago, Zamiarti, menyebut kunjungan ini sebagai kehormatan tersendiri. Tahun ini, kecamatan tersebut mendapat dua kali kunjungan TSR—jumlah yang relatif terbatas dalam satu tahun anggaran.
“Kita ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kunjungan ini. Kecamatan kita mendapat dua kunjungan TSR tahun ini,” ujar Zamiarti.
MTQ Anak Nagari Jadi Pembuka yang Menginspirasi
Kedatangan tim TSR diiringi penampilan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) oleh anak-anak TPA/TPSA Surau Ar-Rahman. Kelompok ini pernah meraih juara tingkat provinsi sebagai perwakilan Sekolah Pegasus dari Pramuka.
Penampilan tersebut menjadi simbol semangat generasi muda dalam menjaga tradisi tilawah dan syiar Al-Qur’an, sekaligus pengingat pentingnya pendidikan agama di tengah arus modernisasi.
Ramadhan sebagai Momentum Transformasi Spiritual
Dalam arahannya, Aprinaldi menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah.
“Allah SWT membuka pintu-pintu kebaikan dan menutup pintu-pintu keburukan di bulan ini. Ini kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amal dan meninggalkan perbuatan yang tidak baik,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kunjungan TSR bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong masjid dan mushala menjadi pusat pembinaan umat.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam mengoptimalkan fungsi rumah ibadah, tidak hanya sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pesan untuk Generasi Muda di Era Digital
Aprinaldi juga mengingatkan generasi muda agar bijak menyikapi perkembangan teknologi informasi. Kemajuan digital, menurutnya, harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai keagamaan dan pengamalan Al-Qur’an serta Hadits dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai kegemaran terhadap teknologi menyita seluruh perhatian kita sehingga lupa mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi peran aktif tokoh masyarakat dalam membina generasi muda, termasuk dalam melahirkan para penghafal Al-Qur’an di wilayah tersebut.
Bantuan Nyata untuk Penguatan Sarana Ibadah
Dalam kesempatan itu, TSR 3 menyerahkan bantuan berupa lima mushaf Al-Qur’an serta dana sebesar Rp15 juta untuk Surau Ar-Rahman. Bantuan tersebut telah lebih dahulu ditransfer ke rekening mushala sebelum kunjungan dilakukan.
Aprinaldi menjelaskan bahwa skema bantuan tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya sebagai bagian dari komitmen peningkatan efektivitas dukungan pemerintah terhadap lembaga keagamaan.
Bantuan ini dinilai tepat sasaran mengingat TPA Surau Ar-Rahman memiliki jumlah murid terbanyak di Kecamatan Padang Sago.
Lebih lanjut, Aprinaldi menyatakan komitmennya untuk mendorong perbaikan sarana dan prasarana surau melalui pokok pikiran DPRD yang akan diusulkan dalam pembahasan anggaran tahun 2027 mendatang.
Kunjungan TSR 3 di Surau Ar-Rahman menjadi refleksi kuat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan fondasi spiritual dan moral masyarakat—sebuah investasi jangka panjang bagi kemajuan Padang Pariaman yang berkarakter dan berdaya saing.(Yuzal Effendi)


