Payakumbuh Utara Gelar Musrenbang 2027, Pemko Tekankan Prioritas Berbasis Data dan Dampak Nyata

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net — Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Payakumbuh Utara Tahun Perencanaan 2027 di Aula Kantor Camat Payakumbuh Utara, Jumat (6/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Payakumbuh, Nofriwandi, mewakili Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta.

Dalam sambutannya, Nofriwandi menyampaikan bahwa rangkaian Musrenbang kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Utara telah dilaksanakan pada 8 hingga 22 Januari 2026 di sembilan kelurahan. Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya keterlibatan publik dalam proses pembangunan daerah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha,” ujar Nofriwandi.

Ia menegaskan Musrenbang merupakan forum strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat secara berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, sebagai dasar penyusunan prioritas pembangunan kota.

“Usulan dari kelurahan harus disusun secara sistematis, dipertajam, dan diselaraskan agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta dapat masuk dalam prioritas pembangunan kota,” katanya.

Nofriwandi juga mengingatkan keterbatasan kapasitas fiskal daerah yang menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun program berdasarkan skala prioritas dan dampak yang paling dirasakan masyarakat.

“Kita dituntut memilih program yang paling efektif, paling berdampak, dan menyentuh kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh 2025–2029, dengan fokus kebijakan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas layanan publik.

Khusus Kecamatan Payakumbuh Utara, berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSen) 2025, tercatat sebanyak 864 kepala keluarga berada pada desil 1. Selain itu, masih terdapat 19 balita stunting dan 714 keluarga berisiko stunting.

“Data ini harus menjadi landasan utama dalam merancang intervensi lintas sektor yang tepat sasaran, terutama dalam penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan,” tegasnya.

Ia menambahkan masih terdapat enam kepala keluarga yang belum memiliki akses air minum layak serta 64 kepala keluarga yang belum memiliki jamban sehat.

“Permasalahan dasar seperti air bersih dan sanitasi merupakan isu fundamental yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” katanya.

Menurut Nofriwandi, Kecamatan Payakumbuh Utara memiliki potensi signifikan di sektor pertanian dan perdagangan. Pemerintah daerah mendorong peningkatan infrastruktur pendukung, seperti perbaikan irigasi dan jalan usaha tani, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis hasil pertanian.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat masih mengalokasikan Dana Alokasi Umum (DAU) kelurahan sebesar Rp200 juta per kelurahan pada tahun 2026.

“Dana tersebut diarahkan untuk penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta pengendalian inflasi, sekaligus memperkuat pelaksanaan Musrenbang stunting di tingkat kelurahan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, menegaskan komitmen legislatif dalam mengawal aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang.

“Musrenbang merupakan fondasi utama perencanaan pembangunan. DPRD berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat terakomodasi, dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas pembangunan,” ujarnya.

Plt. Camat Payakumbuh Utara, Ronal, menjelaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan hasil dari rangkaian proses perencanaan yang telah dimulai dari musyawarah mufakat RT/RW, pra-Musrenbang kelurahan, hingga Musrenbang kelurahan.

“Melalui forum ini, kita berharap dapat merumuskan prioritas pembangunan di bidang infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup, demi mewujudkan Payakumbuh Utara yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar