Payakumbuh |Portalpcvnews.net — Memasuki Februari 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh mempercepat agenda transformasi infrastruktur kota melalui perbaikan jaringan irigasi, peningkatan konektivitas jalan, penataan ruang berbasis digital, hingga penguatan mitigasi bencana.
Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh, Muslim, menegaskan bahwa langkah strategis ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.
Modernisasi Irigasi Dorong Ketahanan Pangan
Pada 2026, PUPR Payakumbuh memprioritaskan rehabilitasi jaringan irigasi sebagai tulang punggung sektor pertanian. Sejumlah proyek utama meliputi:
Batang Tabik senilai Rp1,9 miliar
Batang Agam senilai Rp525 juta
Sei Dareh senilai Rp1 miliar
Batang Lampasi senilai Rp400 juta
Proyek-proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kota dan provinsi, menandai pendekatan lintas-level governance dalam pembangunan infrastruktur air.
“Perbaikan irigasi bukan hanya soal teknis konstruksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi pangan dan kesejahteraan petani,” ujar Muslim.
Konektivitas Jalan dan Sistem Drainase Terintegrasi
Selain irigasi, peningkatan konektivitas menjadi agenda strategis. Proyek perbaikan jalan Payakumbuh–Sitangkai dengan nilai investasi Rp75 miliar ditargetkan rampung pada Juli 2026. Jalan ini diharapkan memperkuat mobilitas barang dan jasa antarwilayah.
Upaya tersebut dilengkapi dengan pembangunan 40 titik drainase serta normalisasi aliran Batang Agam yang telah dimulai sejak 2025. Integrasi sistem jalan dan drainase dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Penataan Ruang dan Digitalisasi Aset
Dalam aspek tata ruang, PUPR memperketat pengawasan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menyusul tingginya angka bangunan tanpa izin. Penertiban dilakukan secara intensif guna memastikan pembangunan sesuai regulasi dan rencana tata ruang kota.
Sebagai bagian dari transformasi digital, PUPR juga menerapkan aplikasi SIGMA untuk manajemen aset dan pengendalian proyek. Sistem ini memungkinkan pemantauan berbasis data secara real-time, memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan infrastruktur.
Penghargaan Regional dan Perencanaan 2027
Komitmen reformasi kelembagaan dan kualitas jasa konstruksi membuahkan hasil. Pada 2026, PUPR Kota Payakumbuh meraih Terbaik I Kinerja Jasa Konstruksi Regional Sumatera, sebuah pengakuan atas tata kelola proyek yang dinilai efektif dan berstandar tinggi.
Di saat bersamaan, dinas juga telah menyelenggarakan forum strategis penyusunan Rencana Kerja (Renja) 2027, menekankan partisipasi pemangku kepentingan dan perencanaan berbasis kebutuhan masyarakat.
Respons Cepat Penanganan Bencana
Menghadapi cuaca ekstrem, tim PUPR secara aktif melakukan normalisasi drainase serta perbaikan darurat infrastruktur terdampak. Pendekatan responsif ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko bencana yang terintegrasi dengan perencanaan kota jangka panjang.
Dengan kombinasi investasi fisik, reformasi tata kelola, dan digitalisasi sistem, PUPR Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya membangun kota yang tangguh, terhubung, dan berkelanjutan—sejalan dengan standar pembangunan infrastruktur modern di tingkat regional maupun nasional.(P)


