Jakarta, Portalpcvnews.net — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menyoroti pemanfaatan kayu gelondongan yang terbawa banjir besar dan masuk ke kawasan permukiman warga di sejumlah wilayah Sumatra beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kayu tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan seharusnya dikelola secara bijak demi kepentingan masyarakat.
JK menilai, kayu bukanlah barang sepele yang layak dibuang begitu saja.
Apabila dimanfaatkan dengan tepat, kayu hasil banjir dapat menjadi sumber bahan bangunan maupun bahan baku kerajinan yang bernilai ekonomi bagi warga terdampak.
“Kayu itu barang berharga. Yang masih bisa dipakai sebaiknya diberikan kepada masyarakat untuk dijadikan bahan perumahan, atau diolah menjadi produk seperti kursi, meja, dan kerajinan lainnya,” ujar JK di Markas Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta Selatan, Senin (22/12/2025).
Ia mengingatkan bahwa pembuangan kayu secara percuma tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial di tengah tingginya kebutuhan bahan bangunan dan terbatasnya lapangan usaha masyarakat.
“Jangan sampai kayu itu dibuang percuma. Padahal nilainya sangat besar dan bisa membantu masyarakat,” kata JK.
Meski demikian, JK menegaskan pentingnya pengelolaan yang tertib dan terkoordinasi. Ia menilai pemerintah daerah memiliki peran sentral dalam mengatur distribusi kayu agar pemanfaatannya tepat sasaran serta tidak memicu konflik di tingkat masyarakat.
“Masyarakat membutuhkan kayu, silakan dimanfaatkan. Tetapi harus diatur oleh pemerintah daerah setempat, pemda yang mengatur,” ujarnya.
JK berharap, ke depan pemerintah dapat mengedepankan pendekatan yang lebih berorientasi pada kemanfaatan sosial dan ekonomi dalam penanganan material sisa bencana, sehingga tidak hanya fokus pada pembersihan wilayah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat terdampak.(Yolan)


