John Herdman Petakan Kerangka Timnas Indonesia, Tiga Pemain Keturunan Liga 1 Masuk Radar Naturalisasi

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Jakarta | Portalpcvnews.net — Era baru Tim Nasional Indonesia resmi dimulai di bawah kepemimpinan John Herdman. Pelatih asal Inggris tersebut langsung bergerak cepat menyusun kerangka skuad terbaik jelang dua agenda penting: FIFA Series pada Maret serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Herdman datang dengan reputasi global setelah sukses membawa Kanada tampil kompetitif di level internasional. Ia menyadari betul besarnya ekspektasi publik sepak bola Indonesia terhadap Skuad Garuda. Karena itu, sejak hari pertama, Herdman menegaskan komitmennya untuk membangun tim yang kompetitif, pragmatis, dan berorientasi prestasi.

Dalam pernyataan perdananya di Jakarta, Herdman menyampaikan sikap terbuka terhadap opsi naturalisasi, khususnya bagi pemain keturunan yang telah teruji di kompetisi berintensitas tinggi.

“Untuk bisa bersaing di panggung internasional, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua—pemain yang terbiasa bermain di liga-liga dengan intensitas tinggi dan kecerdasan taktik,” ujar Herdman.

Menurut pelatih berusia 50 tahun tersebut, rekam jejak karier di kompetisi elite menjadi faktor krusial dalam mendongkrak kualitas permainan tim nasional. Pengalaman menghadapi tekanan, tempo cepat, serta disiplin taktik internasional dinilai sebagai pembeda utama.

Menariknya, Herdman tidak harus melirik jauh ke Eropa untuk mencari talenta keturunan. Saat ini, setidaknya terdapat tiga pemain berdarah Eropa yang telah berkarier di Super League Indonesia dan dinilai berpotensi menjadi opsi naturalisasi instan untuk memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Jordy Tutuarima (Persis Solo)

Nama pertama yang masuk radar adalah bek kiri Persis Solo, Jordy Tutuarima. Pemain berdarah Maluku dari garis kakek ini memiliki rekam jejak Eropa yang solid sebelum hijrah ke Indonesia pada 2025.

Tutuarima pernah merasakan atmosfer internasional bersama Timnas Belanda U-17 pada 2010. Meski sempat terganggu cedera ligamen, ia kini kembali tampil konsisten dan menjadi pilihan utama di Persis Solo dengan catatan 23 penampilan. Pengalamannya membela klub Eropa seperti FC Noah menghadirkan kematangan mental yang selaras dengan filosofi Herdman, khususnya untuk sektor bek kiri.

Jordy Wehrmann (Madura United)

Di lini tengah, nama Jordy Wehrmann menjadi salah satu kandidat paling menonjol. Gelandang Madura United ini merupakan jebolan akademi Feyenoord dan pernah menjuarai Piala Swiss bersama FC Luzern pada musim 2020–2021.

Wehrmann memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya yang lahir di Jakarta. Sejak bergabung dengan Madura United pada 2024, ia telah mencatatkan 50 penampilan dan menyumbang empat gol. Konsistensi, visi permainan, serta pengalamannya di Eropa menjadikannya kandidat kuat untuk mengisi peran sentral di lini tengah Skuad Garuda.

“Oma dan opa saya orang Indonesia asli dan lahir di Jakarta,” ujar Wehrmann, menegaskan kedekatan emosionalnya dengan Indonesia.

Jasey Wehrmann (Madura United)

Nama terakhir adalah Jasey Wehrmann, adik kandung Jordy, yang berposisi sebagai penyerang sayap. Pemain kelahiran Delft, Belanda, tahun 2005 ini saat ini ditempa di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-20 Madura United.

Jasey memiliki latar belakang pengembangan di Sparta Youth serta HNK Vukovar U-19 di Kroasia. Meski menit bermain di tim senior masih terbatas, potensinya dinilai menjanjikan sebagai investasi jangka panjang. Dengan usia yang masih muda, Jasey juga memiliki peluang menempuh jalur kewarganegaraan reguler melalui masa tinggal lima tahun berturut-turut di Indonesia.

Keberadaan tiga pemain keturunan ini di kompetisi domestik menjadi keuntungan strategis bagi Herdman. Berbeda dengan pemain diaspora yang berkarier di Eropa dan kerap terkendala izin klub, mereka dinilai lebih fleksibel untuk dipanggil kapan saja.

Faktor tersebut menjadi sangat krusial, terutama menghadapi Piala AFF 2026 yang sering berbenturan dengan kalender kompetisi Eropa. Dengan kualitas hasil pembinaan Eropa namun merumput di dalam negeri, trio ini berpotensi menjadi solusi realistis dalam membangun kedalaman skuad Timnas Indonesia yang solid, kompetitif, dan berdaya saing internasional.(Yolan)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar