Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net – Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota terus memperkuat upaya percepatan penemuan kasus Tuberkulosis (TB) melalui pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang akan berlangsung mulai Juli hingga November 2026. Kegiatan ini akan dilaksanakan di 72 lokus yang tersebar di berbagai nagari dalam wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan penemuan kasus TB secara aktif melalui investigasi kontak atau contact tracing, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan Cek Kesehatan Gratis.
Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban tertinggi di Indonesia. Berdasarkan Global TB Report 2025, Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 1,08 juta kasus TB dan menjadi negara dengan estimasi kasus tertinggi kedua di dunia setelah India. Setiap tahunnya, sekitar 126 ribu orang meninggal akibat penyakit tersebut.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, sepanjang tahun 2025 ditemukan 655 kasus TB dengan capaian Treatment Coverage sebesar 46 persen. Angka kesembuhan mencapai 63,3 persen, sedangkan success rate berada di angka 80,2 persen, masih di bawah target nasional sebesar 90 persen.
Sementara hingga April 2026, penemuan terduga TB baru mencapai 1.710 orang atau sekitar 28,5 persen dari target. Dari jumlah tersebut ditemukan 183 kasus TB, dengan Treatment Coverage sebesar 14,3 persen. Kontribusi fasilitas kesehatan swasta juga masih rendah, sehingga perlu penguatan kolaborasi seluruh layanan kesehatan dalam mendukung percepatan penemuan kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota, Dr. Budiandri, mengatakan bahwa keberhasilan pengendalian TB tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan lintas sektor.
“Tracing kontak merupakan langkah paling efektif untuk menemukan kasus lebih dini sekaligus memutus rantai penularan Tuberkulosis. Melalui integrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga edukasi mengenai TB sehingga stigma terhadap penderita dapat terus dikurangi. Kami mengajak seluruh masyarakat, pemerintah nagari, kader kesehatan, dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk bersama-sama menyukseskan program ini demi mewujudkan Kabupaten Lima Puluh Kota yang lebih sehat dan mendukung target eliminasi TB di Indonesia,” ujar Dr. Budiandri.
Ia menambahkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah adanya penolakan kunjungan rumah karena kekhawatiran terhadap stigma. Oleh sebab itu, pendekatan yang lebih humanis melalui layanan Cek Kesehatan Gratis diharapkan mampu meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan tracing.
Program ini menyasar kontak serumah, kontak erat pasien TB, serta masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi. Setiap lokus ditargetkan melibatkan sekitar 100 peserta, sehingga ribuan masyarakat akan memperoleh layanan skrining dan pemeriksaan kesehatan selama pelaksanaan kegiatan.
Dengan melibatkan puskesmas, pemerintah nagari, kader kesehatan, serta berbagai unsur lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Lima Puluh Kota optimistis pelaksanaan Tracing TB Terintegrasi CKG akan meningkatkan penemuan kasus secara dini, mempercepat pengobatan pasien, memperluas cakupan layanan kesehatan, dan mempercepat pencapaian target eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Lima Puluh Kota.(P)


