Wali Kota Cup 2026 Perdana Digelar, Kontes Kambing Peranakan Etawa Dorong Lahirnya Bibit Unggul dan Tingkatkan Nilai Ekonomi Peternak

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
5 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net – Lapangan Kampus Universitas Andalas (Unand) Payakumbuh menjadi pusat perhatian para peternak kambing Peranakan Etawa (PE) dari berbagai daerah dalam ajang Wali Kota Cup Payakumbuh 2026, Minggu (2/8/2026). Kegiatan yang digagas oleh Anggota DPRD Kota Payakumbuh Mardion bersama Asosiasi Peternak Kambing Kota Payakumbuh itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Payakumbuh.

Kontes yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Payakumbuh ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, didampingi Sekretaris Daerah Kota Rida Ananda. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, serta para peternak dan pecinta kambing PE dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengapresiasi terselenggaranya Wali Kota Cup Kontes Kambing Peranakan Etawa 2026 yang menjadi wadah bagi para peternak untuk menunjukkan kualitas ternak terbaik sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas peternak dari berbagai daerah.

“Pemerintah Kota Payakumbuh menyambut baik pelaksanaan kontes ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan mutu genetik ternak, memperkenalkan bibit-bibit unggul, serta mendorong peningkatan ekonomi para peternak. Kami berharap Wali Kota Cup ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin besar dan mampu menarik peserta dari berbagai provinsi,” ujar Zulmaeta.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh untuk terus mendukung pengembangan sektor peternakan melalui kolaborasi dengan komunitas, asosiasi peternak, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, potensi peternakan kambing Peranakan Etawa di Payakumbuh sangat besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sektor unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita jadikan kontes ini sebagai momentum untuk terus meningkatkan kualitas peternakan, memperkuat kerja sama antarpeternak, serta melahirkan bibit-bibit unggul yang dapat mengharumkan nama Payakumbuh di tingkat regional maupun nasional,” tutupnya.

Ketua panitia, Beni Satria Putra, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membangkitkan dunia peternakan kambing Peranakan Etawa di Sumatera Barat, khususnya di Kota Payakumbuh.

“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Kami berharap kontes ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga mampu menjadi wadah silaturahmi, edukasi, sekaligus meningkatkan kualitas peternakan kambing Peranakan Etawa,” ujarnya.

Sebanyak 12 kelas diperlombakan dalam kontes tersebut, yakni kelas kambing perah, anak kambing kelas E jantan dan betina, anak kambing kelas D jantan dan betina, dara kambing muda kelas C jantan dan betina, dewasa kelas B jantan dan betina, dewasa jantan, dewasa betina, serta kelas ekstrem.

Ajang ini diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya Medan, Riau, Kampar, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Dharmasraya, serta sejumlah peternak dari Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menyampaikan bahwa penyelenggaraan perdana Wali Kota Cup menjadi momentum penting dalam pengembangan peternakan kambing di daerah.

“Kontes ini sangat bermanfaat untuk memilih bibit-bibit unggul kambing Peranakan Etawa. Apabila ke depan kegiatan ini menjadi agenda tahunan, Dinas Pertanian siap memberikan dukungan, baik jika diselenggarakan secara mandiri oleh asosiasi peternak maupun bersama Pemerintah Kota Payakumbuh,” katanya.

Ia menambahkan, selain menjadi ajang kompetisi, kontes juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi peternak. Ternak yang berhasil meraih prestasi umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan pendapatan peternak.

Hal senada disampaikan para peserta yang menilai keikutsertaan dalam kontes mampu meningkatkan kepercayaan pembeli terhadap kualitas ternak yang dipelihara. Prestasi yang diraih menjadi nilai tambah saat kambing dipasarkan.

Sementara itu, penggagas kegiatan, Mardion, berharap Wali Kota Cup dapat terus berkembang menjadi agenda tahunan berskala regional bahkan nasional.

“Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dengan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh. Semoga pada penyelenggaraan berikutnya jumlah peserta semakin banyak dan datang dari lebih banyak daerah, sehingga Payakumbuh semakin dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan kambing Peranakan Etawa di Sumatera Barat,” ungkapnya.

Melalui penyelenggaraan perdana Wali Kota Cup 2026 ini, Pemerintah Kota Payakumbuh bersama komunitas peternak optimistis pengembangan peternakan kambing Peranakan Etawa akan semakin maju, melahirkan bibit-bibit unggul, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak di masa mendatang.(Joni Hendri)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar