Payakumbuh, PCV.News — Suasana haru menyelimuti Markas Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti, Kamis (6/11/2025), ketika ratusan prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) kembali dari penugasan panjang menjaga kedaulatan di perbatasan timur Indonesia.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang hadir langsung dalam upacara penyambutan, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyalami satu per satu prajurit yang baru tiba, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keberanian mereka.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Payakumbuh, kami menyambut dengan penuh kebanggaan kepulangan para prajurit terbaik. Tugas berat di ujung negeri telah Bapak-bapak tunaikan dengan penuh tanggung jawab dan cinta tanah air,” ujar Zulmaeta dengan nada haru.
Ia menegaskan, pengabdian prajurit Yonif 131/Braja Sakti bukan hanya menjaga batas wilayah negara, tetapi juga menjaga kehormatan dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.
“Kami tahu, tugas itu tidak mudah. Jauh dari keluarga, di tengah medan berat, tapi Bapak-bapak tetap teguh, tetap mengabdi demi merah putih. Itu adalah bentuk cinta tanah air yang sejati,” lanjutnya.
Namun di balik kebanggaan itu, terselip duka. Wali Kota Zulmaeta menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya satu prajurit selama menjalankan misi.
“Semoga arwah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kebanggaan atas pengorbanannya. Bangsa ini berhutang budi kepada setiap prajurit yang berani menunaikan tugas hingga titik darah terakhir,” ungkapnya penuh empati.
Upacara penyambutan yang dipimpin oleh Panglima Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Mayor Jenderal TNI Arief Gajah Mada, berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat tinggi TNI, Forkopimda, serta tokoh masyarakat turut hadir memberikan penghormatan.

Tangis bahagia pun pecah ketika para keluarga memeluk anggota keluarganya yang telah berbulan-bulan bertugas di medan operasi. Anak-anak berlari ke pelukan ayah mereka, sementara ibu dan istri prajurit menitikkan air mata haru.
Di tengah momen penuh emosi itu, Wali Kota Zulmaeta terlihat berbincang hangat dengan beberapa keluarga prajurit, memberi semangat dan ucapan selamat atas pengabdian mereka.
“Prajurit Yonif 131 bukan hanya kebanggaan TNI, tapi juga kebanggaan Payakumbuh. Mereka telah menunjukkan arti sejati dari pengabdian dan kecintaan terhadap negara,” tutupnya.
Kepulangan Satgas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti menandai berakhirnya misi panjang pengamanan wilayah perbatasan RI–PNG. Namun, semangat juang dan dedikasi mereka akan selalu menjadi inspirasi bagi masyarakat Payakumbuh dan seluruh bangsa Indonesia.(Tim-PCV.News)


