Alek Bakajang Gunuang Malintang Teguhkan Silaturahmi Adat, Bupati Safni: Pemkab Komit Dukung Kearifan Lokal

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Gunuang Malintang, Pangkalan Koto Baru |Portalpcvnews.net — Tradisi Alek Bakajang di Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, kembali menegaskan kekuatan adat sebagai perekat sosial. Perhelatan budaya yang berlangsung 24–28 Maret 2026 ini diawali dengan prosesi jalang manjalang—silaturahmi antarniniak mamak dan kemenakan—yang menyatukan empat suku di nagari: Domo, Melayu, Paga Cancang, dan Piliang.

Prosesi adat mempertemukan para penghulu suku, di antaranya Dt Bandaro (Domo), Dt Sati (Melayu), Dt Paduko Rajo (Paga Cancang), serta unsur Suku Piliang. Rangkaian kegiatan dipimpin oleh Deng Putra, S.S., M.Hum., selaku Ketua Pemuda Nagari sekaligus Ketua Pelaksana Alek Bakajang.

Dengan semangat gotong royong, masyarakat nagari menghimpun pembiayaan kegiatan secara swadaya hingga sekitar Rp300 juta. Panitia berharap pada pelaksanaan berikutnya dukungan anggaran dari pemerintah kabupaten dan provinsi dapat memperkuat keberlanjutan tradisi yang sarat nilai kearifan lokal ini.

Penutupan Dihadiri Bupati Limapuluh Kota

Puncak penutupan pada Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 16.00 WIB, dihadiri Safni Sikumbang, Bupati Limapuluh Kota, didampingi istri,wakil bupati ahlul badrito serta istri, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Elsiwa Fajri ,Kehadiran kepala daerah menjadi penegasan dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi nagari.

Dalam sambutannya, Bupati Safni menyampaikan pernyataan yang menegaskan arah kebijakan daerah terhadap pelestarian budaya:

“Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota berkomitmen hadir untuk menjaga, merawat, dan menguatkan kearifan lokal di setiap nagari. Alek Bakajang bukan sekadar tradisi, tetapi fondasi harmoni sosial Minangkabau yang mempererat hubungan mamak dan kemenakan lintas generasi. Tradisi seperti ini harus kita jaga bersama, dan pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan nyata agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang.”

Pendapat Ketua Panitia

Ketua Pelaksana, Deng Putra, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Alek Bakajang tahun ini berkat kebersamaan anak kemenakan dan dukungan niniak mamak di seluruh suku.

“Alek Bakajang ini lahir dari semangat kebersamaan. Seluruh pembiayaan kegiatan murni dari sumbangan masyarakat nagari. Ini bukti bahwa kecintaan terhadap adat masih sangat kuat. Namun ke depan, kami berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah agar tradisi ini dapat terselenggara lebih baik tanpa terlalu membebani masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya agenda budaya tahunan, tetapi ruang pendidikan adat bagi generasi muda.

“Melalui Alek Bakajang, generasi muda belajar langsung tentang nilai mamak dan kemenakan, tentang silaturahmi, tentang adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Ini investasi sosial untuk masa depan nagari,” tambahnya.

Apresiasi DPRD dan Pengakuan Nasional

Apresiasi juga datang dari H. Chandra, Ketua Komisi II DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi PKS yang bergelar Dt Bandaro. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat adat agar tradisi tetap terpelihara.

“Kegiatan ini membuktikan kekuatan anak kemenakan dalam menjaga warisan adat. Kami berharap dukungan pemerintah semakin kuat agar Alek Bakajang terus menjadi ruang silaturahmi dan pendidikan adat bagi generasi muda,” ujarnya.

Alek Bakajang sendiri telah memperoleh pengakuan nasional melalui Anugerah Pesona API Award kategori budaya takbenda, mempertegas nilai strategisnya dalam khazanah budaya Indonesia.

Silaturahmi Adat, Investasi Sosial

Lebih dari sekadar seremoni, Alek Bakajang menjadi investasi sosial yang menjaga relasi mamak–kemenakan, memperkuat struktur adat, serta menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif masyarakat terhadap tradisi. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Gunuang Malintang menjadi contoh nyata bagaimana adat tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Dengan suksesnya pelaksanaan tahun ini, masyarakat berharap Alek Bakajang terus mendapat dukungan lintas pemangku kepentingan, sehingga kearifan lokal Minangkabau tidak hanya lestari, tetapi juga semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar