Presiden Prabowo Tiba di Aceh, Pantau Penanganan Banjir dan Longsor serta Instruksikan Percepatan Respons Darurat

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Banda Aceh,portalpcvnews — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12/2025), untuk memimpin langsung evaluasi penanganan bencana banjir dan longsor yang dalam sepekan terakhir melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh. Kehadiran Kepala Negara ini menjadi bagian dari rangkaian langkah cepat pemerintah pusat untuk memastikan seluruh proses tanggap darurat berjalan efektif dan terkoordinasi.

Dalam tayangan KompasTV, Prabowo terlihat turun dari Pesawat Kepresidenan dengan mengenakan setelan safari berwarna cokelat dan topi biru. Setibanya di apron, Presiden langsung disambut jajaran pejabat pusat dan daerah. Ia terlebih dahulu menyalami Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang telah berada di lokasi sejak pagi untuk melakukan koordinasi awal bersama aparat TNI.

Momen hangat terjadi ketika Prabowo bersalaman dan memeluk Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, yang turut mendampingi rombongan. Keduanya terlihat berbincang intens, membahas kondisi terkini di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Perbincangan ini juga melibatkan Menhan, yang sejak awal bencana telah mengerahkan sejumlah personel untuk mendukung proses evakuasi dan penyaluran bantuan.

Tidak lama kemudian, Presiden memanggil Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk bergabung dalam diskusi lapangan. Meski suara mesin pesawat masih menyala, pertemuan singkat ini berlangsung serius, menandakan adanya pembahasan menyangkut koordinasi teknis dan instruksi lanjutan yang harus segera dijalankan. Dalam momen tersebut hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo yang ikut memantau situasi dari dekat.

Fokus Penanganan: Evakuasi, Logistik, dan Pemulihan Akses Jalan

Setelah agenda penyambutan, Presiden beserta rombongan langsung melanjutkan perjalanan ke titik terdampak menggunakan helikopter Kepresidenan. Dari udara, Prabowo dijadwalkan memantau kawasan-kawasan yang dilaporkan mengalami kerusakan parah, termasuk wilayah yang akses jalannya terputus akibat longsor.

Di lokasi bencana, Presiden akan menerima laporan teknis dari pemerintah daerah, BNPB, BPBA, Basarnas, TNI–Polri, serta instansi terkait lainnya. Laporan tersebut meliputi jumlah korban, kerusakan infrastruktur, kebutuhan dasar pengungsi, progres evakuasi, hingga tantangan di lapangan seperti cuaca ekstrem dan terbatasnya akses transportasi.

Pemerintah pusat dikabarkan memprioritaskan beberapa langkah utama, yakni:

Mempercepat distribusi bantuan logistik ke wilayah yang terisolasi

Mengoptimalkan proses evakuasi warga, terutama di daerah berisiko longsor susulan

Mempercepat pembukaan akses jalan yang vital bagi alur bantuan dan mobilitas alat berat

Menggerakkan tambahan personel TNI–Polri untuk pengamanan serta dukungan operasional

Memastikan fasilitas kesehatan di lapangan memiliki pasokan obat, tenaga medis, dan sarana evakuasi yang memadai

Prabowo juga dijadwalkan meninjau posko pengungsian untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk air bersih, makanan siap saji, tenda, serta layanan kesehatan darurat.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Bencana

Kunjungan Presiden ke Aceh ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat respons bencana secara terpadu. Dalam beberapa kesempatan, Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi cepat lintas kementerian dan lembaga guna meminimalisir risiko lanjutan serta mempercepat fase pemulihan.

Selain mengevaluasi penanganan jangka pendek, Presiden juga diperkirakan akan membahas rencana pemulihan jangka panjang, termasuk rehabilitasi infrastruktur, dukungan ekonomi untuk warga terdampak, hingga langkah mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak besar di masa mendatang.

Kunjungan ini sekaligus menunjukkan kehadiran pemerintah pusat di tengah masyarakat Aceh yang sedang menghadapi bencana besar, di mana curah hujan ekstrem dan kondisi geografis memicu banjir meluas dan longsor di berbagai daerah.(Tim) 

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar