PAYAKUMBUH |Portalpcvnews.net – Penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat di Sumatera Barat belum sepenuhnya merata. Hingga 21 Oktober 2026, warga Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB), Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, dilaporkan belum menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram yang menjadi hak penerima manfaat.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Barat mengakui penyaluran bantuan pangan kepada 648.991 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Sumbar masih belum merata. Menanggapi kondisi tersebut, pihak Bulog menyatakan akan mengupayakan percepatan distribusi agar bantuan segera sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.
Konfirmasi terkait keterlambatan penyaluran dilakukan pada Rabu (21/10/2026). Kepala Bulog Kanwil Sumbar yang saat itu tengah mengikuti rapat melalui Zoom mengarahkan konfirmasi kepada perwakilan Bulog di Bukittinggi, Rudi.
Saat ditanya mengenai data stok beras per 21 Oktober 2026, Rudi menjelaskan bahwa data tersebut belum diterima dari bagian operasional.
Distribusi Tersendat, Bulog Sebut Stok Masih dalam Perjalanan
Menanggapi laporan warga Nunang Daya Bangun yang belum menerima bantuan pangan, Rudi menjelaskan bahwa estimasi jadwal pendistribusian bantuan sebenarnya telah ditetapkan pada September 2026. Namun, penyaluran belum terlaksana sesuai perkiraan karena stok beras masih dalam perjalanan.
Pihak Bulog, lanjutnya, akan berupaya mempercepat proses distribusi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat penerima manfaat.
“Kami akan berusaha secepatnya agar bantuan sampai kepada masyarakat penerima bantuan,” jelasnya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam konfirmasi tersebut, pagu bantuan pangan beras di Sumatera Barat mencapai 19,4 juta kilogram. Namun, realisasi penyaluran baru sekitar 49 persen atau setara dengan 9,6 juta kilogram.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya pekerjaan yang harus dituntaskan agar seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan sesuai sasaran.
Bulog Bantah Mengetahui Beras Bantuan Berkutu
Selain persoalan keterlambatan distribusi, Bulog Sumbar juga menanggapi keluhan masyarakat di media sosial mengenai beras bantuan yang dilaporkan berkutu.
Rudi mengaku tidak mengetahui adanya beras bantuan yang mengalami kondisi tersebut. Ia menyebut pihak Bulog melakukan penyemprotan untuk pengendalian hama secara berkala di tempat penyimpanan beras.
“Kami tidak tahu kalau ada beras yang agak berkutu. Karena kami selalu melakukan penyemprotan hama untuk kutu secara berkala, ada yang dilakukan satu kali dalam sebulan dan ada juga yang tiga kali sebulan,” tegasnya.
Meski demikian, keluhan masyarakat terkait kualitas beras bantuan menjadi perhatian yang perlu ditindaklanjuti agar beras yang diterima tetap layak dikonsumsi dan memenuhi standar mutu pangan.
Harga Beras Medium Tembus Rp14.500 per Kilogram
Dalam konfirmasi yang sama, Bulog Sumbar turut menanggapi harga beras medium di pasaran yang dilaporkan telah mencapai Rp14.500 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp12.100 per kilogram sebagaimana disebutkan dalam konfirmasi tersebut.
Sebagai salah satu upaya menjaga keterjangkauan harga pangan, Bulog menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada hari itu telah berlangsung di Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota.
“Gerakan pangan murah ini tergantung permintaan daerah masing-masing,” ujarnya.
Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama ketika harga beras di pasaran mengalami kenaikan.
Masyarakat Menunggu Realisasi Penyaluran
Di akhir konfirmasi, pihak Bulog meminta masyarakat penerima bantuan pangan untuk bersabar sembari memastikan upaya percepatan pendistribusian terus dilakukan.
Bagi warga Kelurahan Nunang Daya Bangun, kepastian waktu penyaluran menjadi hal penting, mengingat hingga 21 Oktober 2026 bantuan beras sebanyak 30 kilogram tersebut belum diterima.
Masyarakat kini menunggu realisasi janji percepatan dari Bulog agar bantuan pangan dapat segera disalurkan secara merata, tepat sasaran, dan sesuai dengan hak penerima manfaat.
(Henciu/Tim)


