BAYI 7 BULAN ASAL SARILAMAK BERJUANG LAWAN JANTUNG BOCOR DAN DUGAAN LEUKIMIA, KELUARGA HARAP ULURAN TANGAN

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
4 Min Read

Sarilamak |Portalpcvnews.net – Nasib pilu tengah dialami Madinah, bayi perempuan berusia 7 bulan asal Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Di usia yang masih sangat belia, Madinah harus berjuang melawan sejumlah penyakit serius, yakni jantung bocor bawaan, hipotiroid, serta dugaan Leukimia Akut (kanker darah) yang kini terus dipantau oleh tim medis.

Perjuangan Madinah dimulai sejak lahir pada 7 November 2025 dengan kondisi jantung bocor bawaan. Sejak Februari 2026, ia telah menjalani perawatan dan pemeriksaan rutin di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebagai pasien rujukan.

Kondisinya sempat memburuk pada 27 Maret 2026 ketika mengalami gagal napas dan harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU/PICU RS Universitas Andalas. Saat itu, kadar hemoglobinnya dilaporkan turun hingga 1,2 gram per desiliter sehingga membutuhkan transfusi enam kantong darah.

Di tengah kondisi kritis tersebut, keluarga mengaku sempat menghadapi kendala administrasi karena kepesertaan BPJS yang sebelumnya aktif mengalami perubahan status. Demi memastikan pengobatan tetap berjalan, pihak keluarga kemudian mendaftarkan Madinah ke program BPJS Mandiri.

Masalah kesehatan Madinah berlanjut ketika hasil pemeriksaan Bone Marrow Puncture (BMP) atau tes sumsum tulang pada April 2026 menunjukkan adanya sel abnormal sekitar 3 persen. Pada pemeriksaan lanjutan di bulan Mei, angka tersebut meningkat menjadi 17 persen. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter menduga Madinah mengalami Bisitopenia yang mengarah pada Leukimia Akut (SUSP ALL/AML).

Hingga Juni 2026, Madinah masih harus menjalani perawatan berulang di PICU RSUD Adnan WD Payakumbuh maupun RSUP Dr. M. Djamil Padang akibat kondisi hemoglobin dan trombosit yang kerap turun drastis. Menurut keterangan keluarga, keterlambatan mendapatkan transfusi darah dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk pendarahan.

Kondisi tersebut turut berdampak pada ekonomi keluarga. Sang ayah yang bekerja sebagai kuli bangunan harus sering meninggalkan pekerjaan untuk mendampingi pengobatan anaknya ke Padang. Akibatnya, penghasilan keluarga menurun drastis.

“Tabungan sudah habis. Barang-barang yang bisa dijual juga sudah habis. Bahkan untuk ongkos pulang dari rumah sakit, kami sering harus meminjam uang terlebih dahulu kepada tetangga,” ujar ibu Madinah.

Keluarga mengaku hingga kini belum menerima bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), meskipun termasuk dalam kategori keluarga kurang mampu.

Sejumlah bantuan kemanusiaan sebelumnya telah diterima keluarga, di antaranya dari Kodim 0306/50 Kota dan Polres 50 Kota menjelang Iduladha lalu. Namun bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengobatan yang tidak seluruhnya ditanggung BPJS.

Berdasarkan penjelasan dokter spesialis hematologi yang menangani Madinah, salah satu opsi penanganan jangka panjang adalah transfusi darah rutin atau tindakan transplantasi sumsum tulang. Biaya yang dibutuhkan untuk prosedur medis tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah, jauh di luar kemampuan ekonomi keluarga.

Saat ini, keluarga berharap adanya dukungan dari para dermawan, lembaga sosial, pemerintah, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi Madinah.

Bagi masyarakat yang ingin membantu biaya pengobatan dan kebutuhan operasional perawatan Madinah, bantuan dapat disalurkan melalui:

Bank BCA No. Rekening: 6145336639 A/N: Nila Sri Rahayu

GoPay 0831-2547-8335

Konfirmasi Bantuan: Arul (Relawan Kemanusiaan Luak 50) WhatsApp: 0821-6971-1142

Keluarga Madinah menyampaikan terima kasih atas setiap doa, dukungan, dan bantuan yang diberikan. Mereka berharap ikhtiar bersama dapat membantu Madinah memperoleh kesempatan menjalani pengobatan yang lebih optimal demi masa depannya.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar