Polisi Bergerak Usut Pembakaran Warung di Kalibata, Ancaman Pemisahan Wilayah Picu Reaksi Publik

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
1 Min Read

Jakarta, Portalpcvnews.net — Ketegangan di Kalibata, Jakarta Selatan, masih tinggi usai pembakaran belasan warung tenda dan kendaraan pada Kamis (11/12) malam. Insiden tersebut diduga dipicu kematian dua orang yang disebut sebagai debt collector atau mata elang, yang sebelumnya tewas setelah dikeroyok sekelompok orang.

Visual di lokasi menunjukkan barisan warung ludes terbakar, sementara warga berupaya mengevakuasi barang dagangan di tengah api yang berkobar.

Pihak kepolisian kini dilaporkan mulai melakukan pendalaman terhadap dua peristiwa sekaligus — dugaan pengeroyokan dan aksi pembakaran — untuk memastikan motif, pelaku, serta kemungkinan keterkaitan antar kejadian.

Ketua Umum Persaudaraan Timur Raya (PETIR), E. Alex Kadju, kembali menegaskan desakan agar aparat segera menangkap pelaku pengeroyokan. Ia menyebut pihaknya tidak menerima perlakuan yang dianggap menghinakan anggota organisasi tersebut.

Dalam pernyataan terbaru, Alex Kadju juga kembali mengeluarkan ancaman serius: kelompoknya akan “menuntut pisah dari Indonesia” bila tidak ada penegakan hukum yang dianggap adil bagi Orang Timur. Pernyataan ini menimbulkan reaksi luas di publik dan dinilai berpotensi memperkeruh situasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi terkait jumlah korban, kerugian total, maupun identitas para pelaku pembakaran. Aparat keamanan dikabarkan meningkatkan patroli untuk mencegah eskalasi lanjutan.(Yolan)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar