Dari Penyuluh ke Swasembada: Limapuluh Kota Percepat Transformasi Pertanian

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Limapuluh Kota, Portalpcvnews.net — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui penguatan peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pangan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Limapuluh Kota yang digelar pada Senin (29/12/2025).

Musda tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Limapuluh Kota, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP), Witra Porsepwandi, S.Pi, jajaran pengurus dan anggota DPD Perhiptani, serta seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Limapuluh Kota.

Agenda utama kegiatan ini adalah pembentukan kepengurusan DPD Perhiptani yang baru sekaligus membangkitkan kembali semangat dan soliditas penyuluh dalam mendukung program swasembada pangan.

Dalam sambutannya, Bupati Limapuluh Kota menekankan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan produksi pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan nyata kepada para penyuluh, baik dalam bentuk fasilitas maupun program penguatan kapasitas.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati menyatakan pemerintah daerah akan memberikan bantuan benih alpukat sebanyak 50 batang kepada setiap penyuluh pertanian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi sekaligus contoh praktik pertanian yang dapat direplikasi oleh petani di lapangan.

“Walaupun ke depan penyuluh akan beralih secara kelembagaan ke Kementerian Pertanian, pengabdian mereka untuk memajukan pertanian di Kabupaten Limapuluh Kota tidak boleh terputus. Sinergi dengan pemerintah daerah, OPD terkait, dan kepala daerah harus tetap berjalan,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, S.Pi, menegaskan bahwa Musda Perhiptani menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi penyuluh di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga dampak bencana alam.

Menurut Witra, penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam mendampingi petani, mentransfer inovasi teknologi, serta memastikan program pemerintah dapat diterapkan secara efektif di tingkat lapangan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya peran Perhiptani sebagai wadah profesional yang mampu menjaga integritas, kompetensi, dan semangat pengabdian penyuluh.

“Target swasembada pangan tidak mungkin tercapai tanpa penyuluh yang kuat, profesional, dan solid. Kami di Dinas TPHP akan terus bersinergi dengan Perhiptani dan seluruh penyuluh untuk mempercepat pemulihan dan penguatan sektor pertanian di Limapuluh Kota,” ujar Witra.

Musyawarah Daerah ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru yang solid, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah melalui kerja kolaboratif antara penyuluh, petani, dan pemerintah.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar