Payakumbuh Mantapkan Langkah Baru: Inovasi Bukan Lagi Wacana, Tapi Gerakan Bersama
Payakumbuh, PCV.News – Kota Payakumbuh kembali menegaskan arah pembangunannya: bergerak cepat, adaptif, dan tak lagi nyaman dengan cara lama. Pesan itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, pada Penganugerahan Inovasi Daerah Tahun 2025, Rabu (26/11/2025), yang berlangsung hangat dan penuh energi perubahan.
“Laju inovasi sudah mengubah cara kita bekerja, berinteraksi, dan hidup. Pemerintah tidak bisa lagi memakai cara lama,” tegas Zulmaeta. Ucapan itu membuat beberapa kepala OPD yang hadir saling berpandangan—seolah memahami bahwa pesan tersebut bukan sekadar pidato pembuka, melainkan penegasan arah baru birokrasi Payakumbuh.
Inovasi, Bukan Jargon – Tetapi Kepekaan
Dalam narasinya, Wako Zulmaeta menegaskan bahwa inovasi tidak boleh berhenti menjadi slogan yang indah dalam laporan tahunan. Inovasi, katanya, adalah soal kepekaan: kemampuan menangkap persoalan warga bahkan sebelum persoalan itu membesar.
Ia mencontohkan persoalan antrean panjang layanan kependudukan beberapa tahun lalu. Banyak warga mengantre hanya karena belum memahami alur layanan. “Kalau kita peka, kita tahu di mana hambatannya,” ujarnya.
Dari kepekaan sederhana itulah Disdukcapil memulai transformasi layanan, hingga akhirnya menerima penghargaan sebagai OPD Terinovasi 2025 pada acara tersebut.
Setiap Ujung Kota Menjadi Laboratorium Perubahan
Tak hanya Disdukcapil, sejumlah penerima penghargaan lain ikut menunjukkan bahwa budaya inovasi kini merata di berbagai lini:
SDN 61 Payakumbuh sebagai Sekolah Dasar Terinovasi
SMPN 1 Payakumbuh yang kembali mempertahankan tradisi kreatifnya
Puskesmas Lampasi Tigo Nagori, diapresiasi atas pelayanan adaptif dan responsifnya
Sejenak, daftar itu tampak seperti penghargaan rutin. Namun di baliknya ada cerita yang lebih besar: setiap lembaga kini menjadi laboratorium kecil perubahan. Dari ruang kelas, ruang pelayanan publik, hingga ujung-ujung kelurahan.
Bappeda Menyatukan Gerak
Proses panjang di balik pencapaian itu tak sederhana. Ada pendampingan teknis, uji coba lapangan, pelatihan, hingga diskusi lintas perangkat daerah. Bappeda Payakumbuh merangkai semuanya dalam kerangka besar Payakumbuh Berinovasi, sebuah ekosistem kerja yang mendorong aparatur meninggalkan cara lama dan bergerak lebih gesit.
Sebab, tantangan terbesar hari ini bukanlah kurangnya teknologi, melainkan kebiasaan aparatur yang masih nyaman pada pola lama.
Inovasi Menjadi Gerak Kota
Menutup rangkaian acara, Plh. Kepala Bappeda, Syafwal, kembali menegaskan bahwa perubahan ini sudah mengakar.
“Karena di Payakumbuh, inovasi bukan lagi kata. Ia sudah menjadi gerak,” tegasnya.
Hadir dalam Semangat Kolektif
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekda Rida Ananda, para asisten, kepala OPD, nominator, inovator, serta undangan lainnya—menegaskan bahwa inovasi kini menjadi gerakan bersama, bukan milik satu institusi.

Dengan ritme perubahan yang terus melaju dan semangat kolaborasi yang kian menguat, Payakumbuh menunjukkan bahwa kota kecil pun mampu menjadi contoh: bahwa inovasi bukan soal ukuran wilayah, tapi keberanian untuk berubah.(Tim-Paul)


