Rapat pembentukan satgas.
Payakumbuh — Dua bulan pasca kebakaran besar yang menghanguskan ratusan kios di kawasan Blok Barat Pasar Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh terus menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali pusat perdagangan tersebut. Upaya ini menjadi bagian penting dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan ekonomi rakyat serta memulihkan kepercayaan para pedagang dan masyarakat terhadap fungsi pasar sebagai jantung aktivitas ekonomi kota.
Sebagai langkah konkret, Pemko Payakumbuh membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pemulihan dan Pembangunan Pusat Pertokoan Blok Barat Pasca Kebakaran. Satgas ini bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh proses pembangunan, mulai dari penataan lahan, penyediaan lokasi relokasi pedagang, hingga tahap rekonstruksi bangunan pasar yang baru.
Satgas dipimpin oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Muslim, yang dipercaya memiliki pengalaman dalam menangani proyek-proyek infrastruktur strategis di daerah. Ia ditugaskan untuk memastikan setiap tahapan pemulihan berjalan sesuai jadwal, transparan, dan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak.
Menurut Muslim, saat ini pembangunan dua blok kios relokasi hampir rampung. Lokasi tersebut akan menjadi tempat sementara bagi pedagang untuk tetap berjualan sambil menunggu pembangunan pasar utama selesai. Setelah itu, pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan 135 kios tambahan di kawasan belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago Payakumbuh.
Relokasi ini dinilai sangat penting agar aktivitas ekonomi para pedagang tidak terhenti terlalu lama. Pemerintah menargetkan agar seluruh fasilitas relokasi dapat digunakan dalam waktu dekat sehingga roda perekonomian masyarakat bisa kembali berputar normal. Selain itu, kawasan pasar akan ditata dengan konsep yang lebih modern dan aman, termasuk memperhatikan sistem kelistrikan, drainase, serta jalur evakuasi untuk mencegah potensi bencana serupa di masa depan.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran yang sempat menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat, kepolisian akhirnya mengungkap hasil penyelidikan resmi. Berdasarkan laporan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau dan Inafis Polda Sumatera Barat, Polres Payakumbuh memastikan bahwa sumber api berasal dari “open flame” atau nyala api terbuka.
Temuan ini menegaskan bahwa kebakaran besar yang terjadi pada 26 Agustus 2025 tersebut bukan disebabkan oleh sabotase, korsleting listrik, atau tindakan disengaja. Dengan demikian, berbagai isu dan dugaan liar yang sempat beredar di tengah masyarakat akhirnya dapat dipatahkan dengan data ilmiah dan hasil penyelidikan yang akurat.
Muslim menjelaskan, istilah “open flame” merujuk pada sumber api yang tidak tertutup, seperti nyala kompor, puntung rokok, atau percikan api las yang mengenai bahan mudah terbakar. Situasi seperti ini memang sering terjadi di lingkungan pasar tradisional, di mana aktivitas sehari-hari kerap melibatkan proses memasak, perbaikan kios, maupun penggunaan alat-alat sederhana yang memiliki risiko tinggi jika tidak diawasi dengan baik.
Ia menambahkan bahwa kebakaran di pasar tradisional biasanya tidak hanya disebabkan oleh kelalaian manusia, tetapi juga oleh tata ruang yang padat, instalasi listrik yang tidak standar, serta kurangnya sistem keamanan kebakaran yang memadai. Oleh karena itu, dalam proses pembangunan kembali, Satgas akan memastikan agar seluruh elemen keamanan, mulai dari sistem pemadam kebakaran hingga jalur akses mobil pemadam, benar-benar disiapkan secara matang.
Selain fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah langkah pendukung, seperti bantuan sosial dan fasilitasi permodalan bagi pedagang terdampak. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi para pedagang sambil menunggu mereka bisa kembali menempati kios baru nantinya.
Dengan adanya Satgas ini, Pemko Payakumbuh menegaskan bahwa pemulihan pasar bukan sekadar membangun kembali bangunan yang terbakar, tetapi juga momentum untuk menghadirkan pasar yang lebih tertata, aman, dan berdaya saing. Pemerintah berharap, kolaborasi antara instansi teknis, aparat keamanan, dan para pedagang dapat mempercepat proses pemulihan serta menghidupkan kembali denyut ekonomi di pusat kota Payakumbuh.(P)


