Wali Kota Zulmaeta: Di Tengah Penurunan Dana Pusat, Payakumbuh Tetap Prioritaskan Pelayanan Publik dan Pembangunan

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Senin (10/11/2025)

PAYAKUMBUH, PCV.News – Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kualitas pelayanan publik dan pembangunan prioritas daerah, meski menghadapi tantangan berat berupa penurunan signifikan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat pada tahun anggaran 2026.

Hal itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Senin (10/11/2025), saat membacakan Nota Pengantar terhadap Nota Keuangan dan Rancangan APBD 2026.

Menurut Zulmaeta, berdasarkan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2026 yang disahkan pada 23 September 2025, Transfer ke Daerah (TKD) untuk Payakumbuh ditetapkan sebesar Rp401,9 miliar, atau turun Rp116,88 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan serius bagi kita. Namun, kami berkomitmen memastikan pelayanan dasar masyarakat tetap terjaga dan pembangunan prioritas daerah tetap berjalan optimal,” ujar Wali Kota Zulmaeta di hadapan anggota dewan.

Meski alokasi dana dari pusat menurun, Zulmaeta memastikan arah kebijakan keuangan daerah 2026 tetap berfokus pada efisiensi, transparansi, dan kemandirian fiskal. Pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui peningkatan inovasi pelayanan publik dan penguatan potensi ekonomi lokal.

Dalam Nota Keuangan yang disampaikan, pendapatan daerah Kota Payakumbuh tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp652,98 miliar, terdiri dari:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp158 miliar,

Pendapatan Transfer: Rp494,98 miliar,

Lain-lain pendapatan yang sah: Rp0.

Sementara itu, total belanja daerah direncanakan sebesar Rp738,14 miliar, dengan rincian:

Belanja operasi: Rp674,52 miliar,

Belanja modal: Rp62,61 miliar,

Belanja tidak terduga: Rp1 miliar.

Selisih antara pendapatan dan belanja akan ditutupi melalui pembiayaan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp85,16 miliar.

Zulmaeta menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah akan tetap fokus pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, serta penguatan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang dikelola pemerintah daerah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbuat, justru menjadi pemacu untuk bekerja lebih kreatif dan efisien,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, DPRD, dan perangkat daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat gotong royong dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan sikap optimistis tersebut, Pemko Payakumbuh meneguhkan langkah untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat fondasi ekonomi daerah yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing tinggi.(Tim – Paul)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar