Jakarta, Portalpcvnews.net — Pelatih tim nasional Malaysia U-23, Nafuzi Zain, menegaskan dirinya tidak menyalahkan para pemain setelah langkah Malaysia terhenti di babak semifinal SEA Games 2025. Harimau Muda harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor tipis 0-1 dalam laga yang digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Senin (15/12).
Gol tunggal kemenangan Thailand dicetak oleh Yotsakorn Burapha pada menit kedelapan pertandingan. Gol cepat tersebut membuat Malaysia berada dalam tekanan sejak awal laga, situasi yang kemudian berujung pada kartu kuning kedua bagi gelandang Nabil Yusuf pada menit ke-16. Insiden itu memaksa Malaysia bermain dengan 10 pemain hampir sepanjang pertandingan.
Nafuzi Zain mengakui kehilangan satu pemain sejak awal laga berdampak signifikan terhadap rencana permainan timnya. Meski demikian, ia menolak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan kekalahan.
“Bermain dengan 10 pemain melawan tim seperti Thailand tentu bukan hal yang mudah. Namun dari segi organisasi permainan dan komitmen, saya sangat puas. Para pemain tidak menyerah dan terus berjuang hingga peluit akhir,” ujar Nafuzi Zain, dikutip dari TV Sarawak.
Menurut Nafuzi, Thailand merupakan lawan dengan tingkat pengalaman dan kedewasaan permainan yang lebih tinggi, terutama dalam memanfaatkan momentum dan menjaga stabilitas permainan. Namun ia menilai anak asuhnya mampu memberikan perlawanan berarti meski berada dalam situasi sulit.
“Kami menghadapi tim yang sangat berpengalaman di level ini. Saya bangga dengan sikap dan mentalitas para pemain yang tetap disiplin dan berjuang hingga akhir,” tambahnya.
Dengan hasil ini, Thailand melangkah ke partai final SEA Games 2025, sementara Malaysia harus puas mengakhiri perjuangan di semifinal. Meski gagal mencapai final, Nafuzi Zain menilai turnamen ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan tim muda Malaysia ke depan.(Yolan)


