Business Forum SIAP Dorong Akselerasi Ekonomi Kreatif Digital Nasional

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Bandung, Portalpcvnews.net — Pelaku badan usaha dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dalam Business Forum Program Sinergi, Inkubasi, Akselerasi, dan Penguatan (SIAP) Ekonomi Kreatif yang digelar di kawasan Dago, Kota Bandung, Senin (15/12). Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital, khususnya subsektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Program SIAP digagas Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) sebagai upaya membangun konektivitas antara pelaku usaha kreatif, investor, lembaga pembiayaan, serta mitra strategis lintas sektor. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong kolaborasi konkret yang mampu mempercepat pertumbuhan industri digital nasional.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menegaskan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi ruang diskusi, melainkan platform kolaborasi yang dirancang untuk menghasilkan kemitraan bisnis nyata.

“Indonesia memiliki fondasi kuat dalam pengembangan ekonomi kreatif digital, mulai dari ketersediaan talenta, pertumbuhan startup yang dinamis, hingga besarnya pasar domestik. Program SIAP diharapkan dapat mengoptimalkan potensi tersebut agar berdampak langsung pada perekonomian nasional,” ujar Himam.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat subsektor jasa TIK mengalami peningkatan indeks pembangunan sebesar 5,90 poin sepanjang 2023. Sementara itu, ekosistem startup nasional terus berkembang, dengan jumlah perusahaan rintisan pada 2024 tercatat melampaui 2.560 entitas.

Melalui forum ini, pelaku usaha jasa TIK dan startup digital diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kapasitas produksi, serta menciptakan peluang kerja baru seiring dengan ekspansi bisnis.

Himam menambahkan, ekonomi kreatif modern tidak lagi terbatas pada produk fisik, tetapi juga mencakup layanan berbasis pengetahuan dan teknologi. Sub-sektor TIK dinilai memiliki peran strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

“Jasa TIK tidak hanya menopang sektor lain, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan mendorong pertumbuhan berbasis inovasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jasa TIK Abdul Malik menyebut Business Forum Program SIAP sebagai instrumen penting dalam mempercepat pengembangan inovasi digital nasional. Ia menjelaskan bahwa badan usaha yang terlibat akan melalui proses seleksi terbuka serta pendampingan berkelanjutan agar mampu berkembang menuju tahap akselerasi.

“Target kami bukan hanya memastikan startup bertahan, tetapi tumbuh menjadi entitas usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujar Abdul Malik.

Dari perspektif daerah, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, mengungkapkan bahwa sektor ekonomi kreatif telah menyumbang nilai investasi sekitar Rp44 triliun di Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk mencapai 50,7 juta jiwa, provinsi ini dinilai memiliki pasar yang sangat potensial bagi pengembangan berbagai model bisnis kreatif dan digital.

Ia berharap pelaku ekonomi kreatif terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk maupun layanan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.(Tim)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar