“Aset Daerah yang Hampir Terabaikan: Pemuda Ahli Keamanan Siber Asal Payakumbuh Menanti Perhatian Pemerintah”

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read
Pemuda Ahli Keamanan Siber Asal Payakumbuh Menanti Perhatian Pemerintah

Payakumbuh, PCV.News — Di tengah tantangan era digital dan meningkatnya ancaman keamanan siber terhadap layanan publik, muncul seorang pemuda berbakat dari Kota Payakumbuh yang kiprahnya layak menjadi perhatian pemerintah. Dia adalah Muhammad Aditia Alfiki, putra daerah dari Nunang, Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat, yang menunjukkan kemampuan luar biasa di bidang Cyber Security (Keamanan Siber).

Lahir dan dibesarkan oleh pasangan Mira Maelinda dan Dedi, Aditia telah menekuni dunia keamanan digital sejak beberapa tahun terakhir. Meski belajar secara mandiri dan tanpa dukungan fasilitas khusus, ia mampu menguasai berbagai aspek penting dalam keamanan jaringan, manajemen kerentanan, serta analisis sistem—keahlian yang saat ini menjadi kebutuhan utama pemerintahan, instansi publik, dan sektor swasta.

Talenta Besar dengan Perjalanan Sunyi

Aditia dikenal sebagai anak yang berprestasi dan berdedikasi tinggi. Ia aktif mengikuti pelatihan daring, kompetisi, serta proyek kecil yang mengasah kemampuannya. Namun di balik prestasinya, tersimpan fakta bahwa belum ada perhatian atau dukungan signifikan dari pihak pemerintah. Padahal, talenta seperti Aditia merupakan aset strategis yang dapat berkontribusi pada keamanan digital daerah.

Beberapa pendidik dan tokoh masyarakat di Payakumbuh Barat menyayangkan minimnya jangkauan pemerintah terhadap pemuda berbakat ini. Mereka menilai, dengan pembinaan yang tepat, Aditia dapat berkembang jauh lebih pesat dan menjadi salah satu tenaga ahli yang dibutuhkan oleh daerah.

Kebutuhan Keamanan Siber Semakin Mendesak

Di tengah gempuran serangan digital yang semakin kompleks, pemerintah daerah membutuhkan sosok-sosok muda yang memahami dunia keamanan siber secara mendalam. Banyak layanan publik, termasuk data kependudukan, informasi keuangan daerah, hingga sistem layanan online masyarakat, bergantung pada sistem digital yang aman.

Untuk itu, Aditia mewakili potensi anak muda lokal yang seharusnya mendapat kesempatan lebih luas—mulai dari beasiswa, sertifikasi bertaraf internasional, pelatihan resmi, hingga peluang terlibat dalam program keamanan digital pemerintah.

Harapan agar Pemerintah Membuka Mata

Masyarakat Payakumbuh Barat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah nyata dalam memetakan dan membina talenta teknologi digital seperti Aditia. Dengan memberikan dukungan, fasilitas, serta ruang pengembangan, bukan tidak mungkin Payakumbuh dapat melahirkan ahli keamanan siber yang mampu membantu daerah bahkan negara dalam menghadapi ancaman digital di masa depan.

Aditia adalah contoh bahwa potensi besar sering kali berada dekat, namun belum tersentuh. Kini, harapan tertuju pada pemerintah agar tidak membiarkan talenta berharga ini terus berjalan sendirian.(Tim)

 

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar