Payakumbuh Uji Respons Lintas Instansi pada Gladi Kesiapsiagaan HKBN 2026

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh, Sumatera Barat |Portalpcvnews.net — Sebanyak 125 personel dari berbagai instansi dan komunitas relawan mengikuti Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN), digelar di sisi Jembatan Surabaya, kawasan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Batang Agam, Ahad (26/04/2026).

Kegiatan dipimpin Wakil Wali Kota Elzadaswarman mewakili Wali Kota Zulmaeta. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kesiapsiagaan adalah fondasi penyelamatan jiwa pada detik-detik awal bencana.

“Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati,” tegasnya.

Mengutip World Risk Report 2023, Elzadaswarman mengingatkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua negara dengan risiko bencana tertinggi dari 193 negara. Payakumbuh sendiri dikategorikan rawan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung.

Karena itu, gladi dirancang untuk menguji tiga aspek kunci: ketangkasan personel, kelaikan peralatan, dan efektivitas koordinasi lintas instansi. Peserta diminta memperlakukan simulasi sebagai situasi nyata, dengan mengandalkan insting, disiplin prosedur, dan kecepatan komunikasi.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada apel. Peserta melanjutkan dengan simulasi penanganan darurat yang melibatkan puluhan kendaraan operasional: dua ambulans Dinas Kesehatan, tiga motor trail dan satu armada pemadam dari Satpol PP dan Damkar, serta dua motor patroli Dinas Perhubungan.

Sebanyak 19 unsur terlibat, mencerminkan pendekatan kolaboratif penanggulangan bencana. Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Payakumbuh, BASARNAS, Palang Merah Indonesia, ORARI, RAPI, TAGANA dari Dinas Sosial, Pramuka, serta koordinator Kampung Siaga Bencana dari lima kecamatan.

Komposisi peserta terbesar berasal dari BPBD (33 personel), diikuti TAGANA (17), Satpol PP & Damkar (10), dan Pramuka (10). Seluruh peserta mengenakan Pakaian Dinas Lapangan atau atribut siaga berwarna oranye bagi unsur KSB, menegaskan standar kesiapan lapangan.

Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana menetapkan 26 April sebagai HKBN untuk memperingati lahirnya kerangka hukum penanggulangan bencana melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

Selain penguatan kapasitas aparat dan relawan, Elzadaswarman juga mengingatkan peran keluarga dalam kesiapsiagaan.

“Masyarakat tidak bisa menyerahkan seluruhnya kepada pemerintah. Setiap keluarga minimal harus memiliki rencana evakuasi mandiri,” ujarnya.

Gladi ini menegaskan strategi Payakumbuh membangun budaya siaga bencana yang terintegrasi—menggabungkan kesiapan personel, kelengkapan sarana, dan koordinasi lintas lembaga sebagai prasyarat respons cepat saat krisis nyata terjadi.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar