Dinas Pertanian Limapuluh Kota Siapkan Langkah Strategis Atasi Dampak Bencana dan Cuaca Ekstrem

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Limapuluh Kota, Portalpcvnews.net — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) terus mengintensifkan langkah-langkah strategis guna memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana alam dan ketidakpastian cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

Kerusakan lahan pertanian yang mencapai 108,77 hektare, disertai rusaknya infrastruktur irigasi dan akses usaha tani, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan produksi, perubahan pola tanam, serta meningkatnya risiko gagal panen bagi petani.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, S.Pi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun berbagai solusi jangka pendek dan jangka menengah untuk menjaga keberlanjutan usaha tani masyarakat.

“Kami fokus pada percepatan pemulihan lahan pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi, serta penguatan mitigasi risiko melalui asuransi pertanian.

Langkah ini penting agar petani tetap bisa berproduksi di tengah tantangan iklim yang tidak menentu,” ujar Witra di Sarilamak, Rabu (24/12/2025).

Sebagai langkah konkret, Dinas Pertanian telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sejumlah proposal bantuan telah diajukan melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Kementerian Pertanian, meliputi program rehabilitasi sawah rusak, bantuan benih dan sarana produksi pangan, serta dukungan pemulihan jaringan irigasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong optimalisasi pendampingan penyuluh pertanian di lapangan untuk membantu petani menyesuaikan pola tanam dengan kondisi cuaca terkini.

Penyesuaian kalender tanam dan pemilihan varietas tahan cuaca ekstrem menjadi bagian dari strategi adaptasi yang diterapkan.

“Kami juga memperkuat peran penyuluh agar petani mendapatkan pendampingan teknis secara berkelanjutan, termasuk dalam penggunaan varietas unggul dan pengelolaan lahan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” tambah Witra.

Untuk jangka panjang, Dinas TPHP menilai penguatan infrastruktur pertanian menjadi kunci utama.

Perbaikan jalan usaha tani, jembatan pertanian, dan daerah irigasi yang rusak diharapkan dapat memulihkan akses distribusi air serta kelancaran mobilisasi sarana produksi.

Di tengah upaya tersebut, para petani menyambut baik langkah pemerintah daerah. Ezi (55), petani asal Kecamatan Guguak, berharap solusi yang dirancang dapat segera direalisasikan di lapangan.

“Kami berharap perbaikan irigasi dan jalan tani bisa segera dilakukan, disertai bantuan benih dan pupuk. Pendampingan dari penyuluh juga sangat kami butuhkan agar bisa kembali menanam dengan aman,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan pangan daerah dan melindungi mata pencaharian petani, dengan menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas pemulihan pascabencana.(P/Ombak)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar