SMAN 1 Denpasar Raih Dua Medali Emas di Ajang Sains Internasional I2ASPO 2025

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Yogyakarta, Portalpcvnews.net — SMA Negeri 1 Denpasar (SMANSA) kembali menegaskan reputasinya sebagai sekolah berprestasi di tingkat global.

Melalui ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Siswa Smansa (KISS), dua tim siswa berhasil meraih dua medali emas dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025, yang digelar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada 21 Desember 2025.

Prestasi tersebut diraih pada dua kategori berbeda, yakni Functional Food dan Applied Environmental Science, mencerminkan kapasitas riset siswa SMANSA dalam menghadirkan solusi inovatif terhadap isu kesehatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Pada kategori Functional Food, tim siswa kelas XI yang diketuai oleh Anak Agung Istri Agung Nayaka Sansika berhasil memikat dewan juri melalui inovasi SECANGPAY, sebuah bubuk pangan fungsional berbahan dasar ekstrak kayu secang dan tepung biji pepaya.

Produk ini dirancang sebagai alternatif pencegahan infeksi cacing gelang (roundworm), salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Indonesia.

Keunggulan SECANGPAY terletak pada bentuknya yang praktis dan fleksibel, memungkinkan produk ini dicampurkan ke berbagai jenis makanan sehingga lebih mudah dikonsumsi, khususnya oleh anak-anak.

Sementara itu, medali emas pada kategori Applied Environmental Science diraih oleh tim siswa kelas X yang dipimpin Anak Agung Ngurah Danendra Pranaja Kusuma.

Mereka memperkenalkan LERAMORA, sabun kertas organik berbahan dasar buah lerak, minyak atsiri kamboja, serta limbah kulit jeruk.

Inovasi ini dikembangkan sebagai respons terhadap tingginya penggunaan sabun berbahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

LERAMORA menawarkan solusi ramah lingkungan dengan desain travel-friendly, sekaligus memanfaatkan bahan-bahan lokal yang berkelanjutan. Produk ini menunjukkan bahwa riset berbasis lingkungan dapat dikembangkan secara aplikatif bahkan oleh siswa tingkat menengah pertama.

Proses penelitian kedua tim berlangsung sejak September 2025 dan melibatkan serangkaian uji laboratorium di Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa, meliputi pengujian pH, viskositas, hingga aktivitas antioksidan.

Seluruh proses riset dan penyusunan karya ilmiah dilakukan di bawah bimbingan Luh Asri Martani, S.Pd., yang juga membekali siswa dengan kemampuan penulisan ilmiah serta teknik presentasi ilmiah berstandar internasional.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi SMAN 1 Denpasar, tetapi juga menegaskan peran strategis pendidikan menengah Indonesia dalam melahirkan inovator muda yang mampu bersaing di panggung sains global.(DNS)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar