Siska, Wakil Rakyat yang Tidak Lupa Asal dan Selalu Hadir untuk Masyarakat
Lima Puluh Kota,PCV.News — Nama Siska, anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Kecamatan Harau. Bukan karena pencitraan atau janji politik, melainkan karena sikapnya yang tetap sederhana, peduli, dan tidak pernah jauh dari masyarakat sejak awal ia duduk di kursi dewan.
Di sepanjang kawasan Harau yang dikenal dengan alamnya yang indah dan masyarakatnya yang hangat, banyak warga yang merasa terbantu dengan kehadiran Siska. Ia bukan tipe wakil rakyat yang hanya datang saat masa kampanye, melainkan yang tetap hadir setelahnya, meninjau langsung kebutuhan warga dan mendengarkan cerita mereka.
“Kalau Bu Siska itu datang, rasanya seperti bertemu saudara sendiri,” ujar Yuliani (45), pelaku usaha kecil di Jorong Tarantang.
Menurutnya, Siska beberapa kali turun langsung memberikan motivasi dan mendorong pelaku UMKM agar terus bertahan di tengah sulitnya ekonomi. “Beliau tak hanya memberi semangat, tapi juga bantu kami cari peluang. Katanya, perempuan harus berani berdiri di kaki sendiri, dan itu bikin kami semangat,” tambahnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Pak Rahmat (58), petani padi di Nagari Harau. Ia menceritakan bagaimana Siska sering mendengar keluhan petani tentang harga pupuk dan hasil panen.
“Yang kami suka, Bu Siska mau mendengar. Kadang pejabat lain datang cuma sebentar, tapi beliau mau duduk lama, tanya satu-satu. Kami merasa dihargai,” katanya dengan nada kagum.
“Waktu beliau datang tanpa protokoler, bawa makanan ringan, dan bilang terimakasih. Itu hal kecil, tapi terasa besar bagi kami,” tambah nya.
Tak hanya para pelaku usaha dan petani, generasi muda di Harau pun mulai menaruh simpati pada sosok Siska.
“Bu Siska sering ikut kegiatan karang taruna. Dia bilang anak muda Harau harus punya semangat berbuat, bukan menunggu kesempatan,” ucap Andri (22), seorang pemuda yang aktif di kegiatan sosial. “Cara beliau bicara itu menenangkan, tapi memotivasi. Rasanya dekat, tidak seperti pejabat biasanya.”
Bagi warga Harau, sosok Siska adalah gambaran wakil rakyat yang bekerja dengan hati.
“Bu Siska itu tak pernah lupa dengan kampung halamannya. Meski sudah jadi anggota DPRD, beliau masih sering datang. Kalau ada warga sakit, beliau datang menjenguk. Kalau ada kegiatan sosial, beliau bantu diam-diam,” tutur warga, seorang tokoh masyarakat setempat.
Dari berbagai pandangan itu, satu pesan jelas tersampaikan dari warga Harau: mereka bangga memiliki wakil rakyat yang tetap berpijak di tanah tempat ia berasal.
Siska bukan hanya hadir sebagai pejabat, tapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Harau — yang bekerja, mendengar, dan berbuat dengan hati.
“Kalau semua anggota dewan seperti Bu Siska, mungkin masyarakat tak akan kehilangan kepercayaan pada wakilnya,” tutup warga sambil tersenyum.
(Tim/P)


