Kota Payakumbuh Perkuat Ukhuwah dan Kamtibmas, Polda Sumatera Barat Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Masjid Wustha

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Payakumbuh |Portalpcvnews.net — Tim Safari Ramadan (TSR) Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta, mengunjungi Masjid Wustha di Kelurahan Parik Rantang, Kamis (19/2/2026), dalam rangka memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mendorong stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Sekretaris Daerah Rida Ananda, serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.

Dalam kesempatan itu, TSR Sumatera Barat menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta guna mendukung kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan, sekaligus mempercepat penyelesaian pembangunan Masjid Wustha agar lebih representatif dan nyaman bagi jamaah.

“Atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan Tim Safari Ramadan Provinsi Sumatera Barat,” ujar Elzadaswarman.

Penguatan Identitas Kota Religius

Elzadaswarman menegaskan komitmen Pemko Payakumbuh dalam menjaga identitas kota sebagai daerah religius melalui penguatan fungsi masjid dan peningkatan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat.

Ia menyebutkan, terdapat 112 masjid yang tersebar di Kota Payakumbuh sebagai pusat pembinaan spiritual dan sosial. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong percepatan pembangunan dan revitalisasi sarana ibadah agar mampu menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda.

Selain isu keagamaan, pemerintah kota juga menaruh perhatian terhadap kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat. “Kami berharap transportasi selama Idulfitri berjalan aman dan lancar sehingga tradisi silaturahmi masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Ramadan sebagai Momentum Persatuan

Dalam sambutannya, Gatot Tri Suryanta mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal kebaikan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

“Bulan suci ini adalah ruang untuk menabur kebaikan dan mencegah kemungkaran. Perbedaan dalam penetapan awal Ramadan hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan ruang saling menghargai,” tegasnya.

Ia menilai Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen pemerintah dan aparat keamanan dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta mempererat ukhuwah.

Ancaman Narkoba dan Pembinaan Generasi Muda

Kapolda juga menyoroti isu kamtibmas, khususnya peredaran narkotika yang masih menjadi ancaman utama di wilayah hukum Polda Sumbar. Dari hampir 1.000 tahanan yang tercatat, mayoritas didominasi kalangan muda.

“Masalah terbesar kami saat ini adalah narkoba. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memeranginya,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pembinaan generasi muda melalui penguatan iman, adab, serta disiplin, termasuk membiasakan salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter dan ketangguhan mental.

“Dengan pola hidup teratur dan disiplin, insyaallah generasi muda kita akan tumbuh tangguh. Mereka adalah calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Gatot kembali mengajak masyarakat meningkatkan keimanan selama Ramadan, menjaga stabilitas keamanan, mempererat persatuan, dan menghindari potensi konflik sosial.

Kunjungan TSR Provinsi Sumatera Barat di Payakumbuh menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam membangun kehidupan religius yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di Ranah Minang.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar