Kadis Pertanian Payakumbuh: RJIT Jadi Kunci Peningkatan Produksi Padi Daerah

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Koto Tuo Limo Kampuang, Portalpcvnews.net — Kelompok Tani Tanjung Jaya di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang (KTLK) menggelar temu ramah sekaligus syukuran pasca selesainya Rehabilitasi Jaringan Irigasi Terpadu (RJIT), Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Kelompok Tani Tanjung Jaya yang diketuai oleh Syaiful Yasnul, dengan Susi Susanti sebagai sekretaris dan Hendi Nelvia sebagai bendahara, memiliki 33 orang anggota aktif yang mengelola hamparan sawah di wilayah KTLK.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain perwakilan kelurahan, tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pendamping kegiatan, serta petani dari hamparan sawah di sekitar jaringan irigasi tersier.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi merupakan bagian penting dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan indeks pertanaman dan pendapatan petani secara berkelanjutan.

“Dengan berfungsinya RJIT ini, diharapkan petani dapat meningkatkan pola tanam dari dua kali menjadi tiga kali musim tanam padi per tahun, seiring penerapan teknologi budidaya yang tepat dan manajemen air yang lebih efisien,” ujar Nila Misna.

Dalam diskusi pasca pembangunan, disampaikan bahwa RJIT sepanjang 265 meter kini telah mengalirkan air ke lahan sawah seluas 15 hektare, dengan sumber air berasal dari Banda Bulakan dan Daerah Irigasi Sungai Dareh.

Pada tahun 2025, lahan tersebut masih diusahakan dengan pola tanam dua kali setahun.

Untuk mendukung peningkatan produktivitas, petani didorong menerapkan sistem tanam Jajar Legowo, mempercepat waktu tanam dengan menyiapkan benih sebelum masa panen, serta mengembalikan jerami ke lahan sebagai upaya memperbaiki struktur dan kesuburan tanah.

Meski demikian, persoalan distribusi air masih menjadi perhatian.

Aliran air dari Bulakan dinilai belum optimal menjangkau persawahan di Kelurahan KTLK dan Kelurahan Padang Karambia.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan keterlibatan Kerapatan Adat Nagari (KAN) Kenagarian Limbukan dalam memfasilitasi pengajuan pembangunan irigasi perpipaan, sehingga air dari Embung Bulakan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani.

Sebagai tindak lanjut, penyuluh pertanian akan mengajukan usulan pembangunan irigasi perpipaan dari Bulakan kepada Dinas Pertanian Kota Payakumbuh melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, untuk selanjutnya diprogramkan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing, sejalan dengan agenda ketahanan pangan nasional dan global.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar