Khairul Apit Soroti Pernyataan Arizal Aziz: “Jangan Adu Domba Masyarakat Limapuluh Kota!”

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

Khairul Apit

Limapuluh Kota,PCV.News – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota periode 2019–2024, Khairul Apit, meluapkan kegeramannya terhadap pernyataan Anggota DPR RI Fraksi PAN, Arizal Aziz, yang belakangan ramai beredar di berbagai media terkait persoalan tanah ulayat di Nagari Landai, Kecamatan Harau.

Khairul Apit dengan tegas menilai bahwa pernyataan yang disampaikan Arizal Aziz tidak mencerminkan pemahaman yang utuh terhadap akar persoalan yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ia menyebut, sikap seperti itu justru dapat memecah belah masyarakat dan menciptakan kegaduhan baru.

“Sebagai warga Limapuluh Kota, kami tidak mau diadu domba oleh tukang-tukang kipas yang menyimpan dendam. Bapak Arizal Aziz harus paham dulu akar permasalahannya sebelum membuat pernyataan di berbagai media,” tegas Khairul Apit saat dimintai tanggapannya, Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, beberapa hari terakhir masyarakat Limapuluh Kota, khususnya di Nagari Landai, seperti sedang diadu domba akibat munculnya pernyataan-pernyataan sepihak terkait kasus tanah ulayat. Ia menduga ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini demi kepentingan pribadi maupun politik.

“Saya sangat miris ketika membaca berbagai pemberitaan yang memuat pernyataan beliau (Arizal Aziz). Informasinya tidak utuh, bahkan terkesan menggiring opini publik dengan sudut pandang sepihak. Ini sangat berbahaya jika dibiarkan,” ujarnya.

Khairul Apit yang selama menjabat di DPRD dikenal vokal terhadap isu-isu masyarakat adat, menilai bahwa kasus tanah ulayat adalah persoalan sensitif yang harus ditangani secara arif, bukan melalui pernyataan terbuka yang justru memperkeruh suasana.

“Masalah tanah ulayat ini bukan persoalan yang bisa diselesaikan lewat panggung media. Ini menyangkut harga diri masyarakat adat, sejarah, dan hak-hak turun-temurun yang harus dihormati,” sambungnya dengan nada geram.

Lebih jauh, Khairul Apit meminta semua pihak, terutama tokoh politik dan pejabat publik, agar tidak menjadikan persoalan adat sebagai sarana mencari simpati atau panggung popularitas. Ia menilai tindakan seperti itu hanya akan memperburuk kondisi sosial masyarakat.

“Tokoh politik semestinya menjadi penyejuk, bukan pemantik api. Kalau datang ke daerah, datanglah untuk mencari solusi, bukan memperkeruh masalah. Jangan karena urusan politik, masyarakat kita jadi saling curiga dan terbelah,” sindirnya.

Sebagai tokoh yang memahami dinamika lokal, Khairul menegaskan pentingnya mengedepankan musyawarah adat dan peran ninik mamak dalam menyelesaikan persoalan tanah ulayat.

“Kalau memang niatnya ingin membantu, mari duduk bersama dengan tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat. Jangan langsung membuat statemen yang justru menimbulkan tafsir liar di publik,” pungkasnya.

Diketahui, pernyataan Khairul Apit ini muncul setelah sejumlah media memberitakan kunjungan Anggota DPR RI Arizal Aziz ke Nagari Landai terkait polemik tanah ulayat. Dalam pemberitaan tersebut, Arizal disebut memberikan komentar yang memantik perdebatan dan dianggap tidak mewakili pandangan masyarakat secara menyeluruh.(Jefri)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar