Pembongkaran Pasar Blok Barat Ungkap Kondisi Pondasi, Keputusan Pemko Payakumbuh Kosongkan Bangunan Dinilai Tepat

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
3 Min Read

PAYAKUMBUH |Portalpcvnews.net – Keputusan Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Koperasi dan UKM, khususnya Bidang Pasar, untuk mengosongkan bangunan Pasar Blok Barat pascakebakaran pada 26 Agustus 2025 dinilai sebagai langkah tepat demi mengutamakan keselamatan pedagang dan masyarakat.

Penilaian tersebut menguat setelah proses pembongkaran bangunan memperlihatkan kondisi struktur besi yang dikenal sebagai tapak gajah, yang berfungsi memperkuat bagian pondasi bangunan.

Kondisi yang terlihat setelah pembongkaran itu memunculkan perhatian terhadap kedalaman dan kekuatan pondasi bangunan pasar yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas perdagangan.

Sebelumnya, sebagian pedagang sempat berharap tetap bertahan di bangunan pertokoan pascakebakaran.

Namun, kondisi struktur yang terungkap saat pembongkaran menjadi salah satu alasan penting untuk mengevaluasi kembali aspek keselamatan bangunan sebelum digunakan kembali.

Jika pengosongan tidak dilakukan dan bangunan tetap ditempati tanpa pemeriksaan kelayakan teknis, terdapat potensi risiko keselamatan yang perlu diantisipasi, terutama apabila terjadi gempa bumi atau gangguan struktur lainnya.

Pondasi Dangkal Berpotensi Membahayakan Bangunan

Secara teknis, pondasi merupakan bagian penting yang menyalurkan beban bangunan ke tanah.

Apabila pondasi dibuat terlalu dangkal tanpa mempertimbangkan kondisi tanah, beban bangunan, serta perhitungan teknis yang memadai, struktur bangunan berpotensi mengalami berbagai masalah.

Salah satunya adalah penurunan tanah yang tidak merata (differential settlement). Kondisi tersebut dapat menyebabkan sebagian bagian bangunan turun lebih cepat daripada bagian lainnya sehingga memicu retakan pada dinding, lantai, maupun kolom penyangga.

Selain itu, pondasi yang tidak dirancang sesuai kebutuhan dapat mengurangi kemampuan bangunan dalam menahan gaya lateral, termasuk gaya yang timbul akibat gempa bumi. Dalam kondisi tertentu, kerusakan struktur dapat berkembang menjadi kegagalan bangunan yang membahayakan keselamatan orang di dalamnya.

Meski demikian, kedalaman dan kelayakan pondasi Pasar Blok Barat perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh tenaga ahli struktur dan geoteknik. Pengamatan visual terhadap besi pondasi saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh bangunan tidak aman atau pasti akan runtuh ketika terjadi gempa.

Keselamatan Pedagang Harus Menjadi Prioritas

Langkah pengosongan bangunan pascakebakaran dapat dipandang sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Keselamatan pedagang, pengunjung, dan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah suatu bangunan masih layak digunakan atau perlu dibongkar dan dibangun kembali.

Keputusan pemerintah untuk mengosongkan kawasan pasar juga perlu diikuti dengan pemeriksaan teknis, perencanaan pembangunan kembali, serta penyampaian informasi yang transparan kepada para pedagang agar mereka memahami dasar kebijakan yang diambil.

Di sisi lain, pemerintah diharapkan tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang yang terdampak kebakaran melalui penataan lokasi berdagang sementara dan kepastian proses pembangunan kembali pasar.

Dengan demikian, penanganan Pasar Blok Barat tidak hanya menyangkut pembongkaran bangunan, tetapi juga upaya memastikan fasilitas perdagangan yang dibangun nantinya memenuhi standar keselamatan dan dapat memberikan rasa aman bagi seluruh penggunanya.

 

(P/Tim) 

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar