PAYAKUMBUH |Portalpcvnews.net — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh terus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi kualitas udara yang saat ini berada pada kategori tidak sehat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membagikan masker kepada masyarakat dan sejumlah sekolah, terutama anak-anak yang dinilai lebih rentan terhadap dampak buruk asap dan kondisi cuaca.
Pembagian masker tersebut dilaksanakan atas instruksi langsung Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, melalui BPBD Kota Payakumbuh. Kegiatan telah dimulai sejak 7 September 2026 dan hingga Kamis (17/9/2026) tercatat lebih dari 15 sekolah, termasuk sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK), telah mendapatkan masker.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Payakumbuh Devitra bersama jajaran, termasuk Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Hepi serta Kasi Kedaruratan Yuserizal.
Kabid KL BPBD Kota Payakumbuh, Hepi, saat ditemui di Kantor BPBD Kota Payakumbuh, Kamis (17/9/2026), mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, dari risiko gangguan kesehatan akibat kondisi udara yang kurang baik.
“Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap kondisi udara yang tidak sehat. Karena itu, kami melakukan pembagian masker ke sekolah-sekolah dan masyarakat sebagai bentuk pencegahan,” ujar Hepi.
Menurutnya, selain membagikan masker, BPBD juga aktif memberikan sosialisasi melalui berbagai media agar masyarakat memahami kondisi cuaca dan kualitas udara serta meningkatkan kewaspadaan.
BPBD Kota Payakumbuh juga secara rutin menyampaikan laporan kondisi udara dan informasi kebencanaan kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat sebanyak dua kali dalam sehari. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan dan koordinasi penanganan kondisi lingkungan serta potensi bencana.
Hepi mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan. Jika harus melakukan aktivitas di luar ruangan, masyarakat terutama anak-anak dianjurkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan diri.
Berdasarkan data IQAir yang menjadi salah satu rujukan pemantauan kualitas udara, konsentrasi partikulat PM2,5 di Kota Payakumbuh berada di angka sekitar 157 µg/m³, yang masuk dalam kategori tidak sehat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, terutama anak-anak, diharapkan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih kurang baik,” katanya.
BPBD Kota Payakumbuh mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan kualitas udara dan kondisi kebencanaan. Masyarakat juga diminta segera memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami keluhan yang berkaitan dengan paparan asap maupun udara yang tidak sehat.
Upaya pembagian masker dan sosialisasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi risiko dampak buruk kualitas udara terhadap kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak.
Bagi masyarakat yang ingin memantau lansung keadaan cuaca, bisa di link ini;https://lcsaq-dev.my.id/dashboard/lcsaq/dlh_pyk


