Lima Puluh Kota |Portalpcvnews.net — Aktivitas pertambangan emas rakyat di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, sempat menjadi salah satu sumber penghidupan bagi sebagian masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Keberadaan aktivitas tambang rakyat, memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh sebagian warga. Penghasilan dari aktivitas tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga komoditas perkebunan seperti gambir mengalami penurunan.
Salah seorang warga, Mardiah (53), yang selama ini melakukan penambangan emas secara manual, mengatakan aktivitas tersebut sangat membantu perekonomian keluarganya.
Hal itu disampaikan Mardiah saat ditemui pada 21 Agustus 2026 di kediamannya di Nagari Galugua.
Menurut Mardiah, penghasilan dari menambang secara manual menjadi salah satu sumber pendapatan yang dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tidak hanya kebutuhan sehari-hari, hasil dari aktivitas tersebut juga membantu membiayai pendidikan anak-anaknya.
“Sangat membantu untuk kebutuhan keluarga dan sekolah anak,” ujar Mardiah.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat tidak selalu mudah. Ketika hasil perkebunan tidak memberikan pemasukan yang cukup, aktivitas menambang secara manual menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan tambahan penghasilan.
Menjadi Alternatif Saat Harga Komoditas Turun
Kondisi harga komoditas pertanian dan perkebunan menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian masyarakat mencari sumber pendapatan alternatif. Gambir yang selama ini menjadi salah satu komoditas penting bagi masyarakat di wilayah tersebut sangat dipengaruhi oleh perubahan harga dan kondisi pasar.
Dalam situasi ketika hasil kebun tidak memberikan pendapatan yang memadai, tambang rakyat menjadi pilihan sebagian warga untuk tetap mendapatkan penghasilan.
Bagi masyarakat seperti Mardiah, aktivitas menambang secara manual memberikan peluang untuk memperoleh pendapatan yang kemudian digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya pendidikan anak.
Uang Berputar di Pasar Rakyat
Manfaat ekonomi tambang rakyat juga tidak hanya dirasakan oleh pekerja tambang. Pendapatan yang diperoleh masyarakat kemudian dibelanjakan kembali untuk berbagai kebutuhan, sehingga ikut menggerakkan perekonomian lokal.
Pedagang kebutuhan pokok, warung makan, pemilik kendaraan angkutan, serta pelaku usaha kecil lainnya turut merasakan dampak dari meningkatnya daya beli masyarakat.
Perputaran uang tersebut membuat aktivitas perdagangan di tingkat nagari tetap berjalan. Masyarakat yang memperoleh penghasilan memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan rumah tangga, membayar biaya pendidikan, serta memenuhi kebutuhan lainnya.
Karena itu, keberadaan tambang rakyat di Galugua tidak hanya dapat dilihat dari sisi aktivitas pertambangan, tetapi juga dari sisi sosial dan ekonomi masyarakat yang menggantungkan sebagian penghasilannya dari aktivitas tersebut.
Pengalaman Mardiah menjadi salah satu gambaran bahwa bagi sebagian warga, menambang secara manual bukan sekadar mencari emas, tetapi juga menjadi upaya untuk mempertahankan ekonomi keluarga dan memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi.
Dengan penataan yang tepat, potensi ekonomi masyarakat diharapkan dapat diarahkan melalui aktivitas pertambangan rakyat yang legal, aman, tertib dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.(*)


