Proses Lotting Kios Penampungan Pedagang Korban Kebakaran Pasar Payakumbuh Berjalan Transparan dan Tertib

Redaksi PCV.News
Penulis : Redaksi PCV.News
5 Min Read

Payakumbuh, Portalpcvnews.net — Pemerintah Kota Payakumbuh memastikan langkah pemulihan ekonomi pascakebakaran Pasar Pusat Pertokoan berjalan terarah dan berkeadilan.

Hal ini ditandai dengan suksesnya pelaksanaan pencabutan nomor kios penampungan bagi pedagang korban dan terdampak kebakaran, yang berlangsung lancar dan tertib pada Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan lotting tersebut digelar di Kantor Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Komplek Pasar Ibuh Blok Barat, dan diikuti oleh 218 pedagang yang telah melalui proses verifikasi serta validasi data secara menyeluruh.

Sejak awal hingga akhir kegiatan, para pedagang mengikuti seluruh tahapan dengan disiplin dan tertib, hingga proses pencabutan nomor kios selesai dilaksanakan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Payakumbuh, Yasrizal, menegaskan bahwa penyediaan kios penampungan beserta mekanisme lotting merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Atas arahan Wali Kota, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik kios penampungan, tetapi juga memastikan seluruh proses penempatannya berlangsung secara transparan, adil, dan berpihak kepada pedagang yang benar-benar terdampak,” ujar Yasrizal.

Ia menjelaskan bahwa kios penampungan tersebut bersifat sementara dan menjadi bagian dari fase transisi sebelum penataan pasar permanen dilakukan secara komprehensif.

Kendati demikian, keberadaan kios ini diharapkan mampu memberikan kepastian usaha bagi pedagang agar roda perekonomian tidak terhenti.

“Yang terpenting, pedagang dapat kembali beraktivitas, memiliki tempat usaha yang jelas, serta penghasilan mereka tidak terputus.

Ini merupakan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Yasrizal juga mengimbau para pedagang untuk mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan, sehingga penataan kios penampungan dapat berjalan tertib, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal.

“Kami berharap kios ini dijaga bersama dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai titik awal kebangkitan Pasar Payakumbuh setelah musibah kebakaran,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, menyampaikan bahwa kelancaran pelaksanaan lotting menjadi indikator kuat bahwa mekanisme penempatan kios yang ditempuh pemerintah daerah dapat diterima oleh para pedagang.

“Alhamdulillah, proses lotting hari ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari pedagang.

Sejak awal kami tekankan bahwa seluruh proses dilakukan secara terbuka dan adil, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” ungkap Faizal.

Ia menjelaskan bahwa kios penampungan tersebut diperuntukkan bagi pedagang yang menjadi korban maupun terdampak kebakaran Pasar Pusat Pertokoan pada 26 Agustus 2025.

Saat ini, pemerintah telah membangun sekitar 202 unit kios penampungan yang tersebar di dua lokasi, yakni di Jalan Sutan Usman dan kawasan Belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago.

Menurut Faizal, prinsip keterbukaan menjadi kunci utama dalam proses lotting agar hasil penempatan dapat diterima secara kolektif.

Setiap pedagang hanya berhak atas satu kios sesuai nomor undian yang diperoleh dan dilarang memindahtangankan kios kepada pihak lain.

“Kios ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pedagang yang bersangkutan. Apabila ditemukan pelanggaran, termasuk pemindahtanganan kios, maka pemerintah akan mengambil alih dan memberikannya kepada pedagang lain yang belum memperoleh kios,” tegasnya.

Faizal juga menambahkan bahwa pedagang yang telah mendapatkan nomor lotting namun belum memperoleh kios fisik akan dimasukkan dalam daftar antrean prioritas. Pemerintah Kota Payakumbuh merencanakan pembangunan kios penampungan tambahan pada awal Tahun Anggaran 2026 untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Di sisi lain, rasa syukur dan harapan turut disampaikan oleh salah seorang pedagang, Ayu Suhana. Ia mengaku lega dan bahagia karena akhirnya dapat kembali berdagang setelah hampir empat bulan tidak beraktivitas akibat kebakaran.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa kembali berjualan. Hampir empat bulan kami tidak memiliki penghasilan, tentu ini sangat berat bagi kami pedagang kecil,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Payakumbuh atas upaya cepat dan nyata dalam menyediakan kios penampungan bagi pedagang terdampak.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Payakumbuh, Asisten I, Asisten II, dan Asisten III, jajaran Satpol PP, Dinas Koperasi dan UKM, Diskominfo Kota Payakumbuh, Kepala Bagian Perekonomian, pengurus IP3, serta para pedagang korban dan terdampak kebakaran.(P)

Bagikan Artikel Ini
Tidak ada komentar